Yayasan Pembaharuan Purworejo Akan Dirikan Institut Teknologi dan Bisnis

KERJASAMA : Perwakilan dari Yayasan Pembaharuan Purworejo saat menjalin kerjasama dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) untuk merealisasikan berdirinya Institusi Teknologi dan Bisnis di Purworejo.

PURWOREJO-Yayasan Pembaharuan Purworejo yang selama ini dikenal menaungi SMK PN dan SMK PN2 Purworejo akan mengembangan pendidikan vokasi dengan mendirikan Institusi Teknologi dan Bisnis. Adapun nama yang disematkan untuk perguruan tinggi teresbut nantinya adalah Institut Teknologi dan Bisnis Pembaharuan (ITB PN).

Sudah ada beberapa langkah yang dilakukan untuk merealiasikan tujuan tersebut, diantaranya dengan mengkuliahkan guru-guru SMK PN-PN2 ke program S2. Tercatat, ada 13 orang guru yang sudah dikuliahkan, sebagian besar diantaranya sudah selesai.

“Nantinya guru-guru ini wacananya akan digunakan untuk membantu sebagai staf pengajarnya,” ujar Marjuki Widiyanto, Sekertaris Yayasan Pembaharuan Purworejo, Kamis (01/06/2023).

Marjuki menjelaskan, ITB PN ini membuka 3 jurusan program D4, yakni, Teknologi Rekayasa Manufaktur, Teknologi Rekayasa Robotika dan Bisnis Digital. Disampaikan, untuk pengajar tetap dalam Institut tidak boleh guru yang sudah memiliki nomor registrasi guru. Yang dibutuhkan, guru atau dosen atau calon dosen yang belum memiliki nomor registrasi guru ataupun nomor induk dosen nasional.

Saat ini, Marjuki menyebut, dari yayasan sudah membuka lowongan dosen untuk tiga jurusan tersebut. Syarat dosen ini, S2 dan magisternya bukan yang pendidikan tapi yang murni atau praktisi. Kedepannya, ketiga jurusan tersebut makin banyak dicari.

“Kita juga mencari tenaga kependidikan sesuai spesifikasinya (S1) tapi mempunyai kompetensi khusus, semisal Pustakawan, Administrasi dan lainnya. Saat ini sedang proses perekrutan. Yang mau bergabung dipersilahkan,” ungkap Marjuki, yang juga menjadi anggota II dalam Panitia Pendirian ITB PN.

Untuk menunjang terwujudnya ITB PN, dari Yayasan Pembaharuan sudah melakukan MoU dengan tiga perusahaan, PT Chemco Harapan Nusantara, di Karawang, PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) di Pekayon, Pasar Rebo, dan PT MMP (Mitra Metal Perkasa). Ketiganya merupakan perusahaan yang bergerak di elektronika dan manufaktur.

Menurut Marjuki, MoU dilakukan dalam rangka untuk persyaratan pengisian pendaftaran perguruan tinggi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dan kedepannya, yang utama dalam proses kegiatannya ada perkuliahan dengan industri, seperti magang dosen, magang mahasiswa, tempat praktek kerja industri dan lainnya.

“Itu tahap awal. Kedepannya kita akan menjalin kerjasama dengan banyak industri. Dan ternyata support mereka luar biasa,” ujar Marjuki.

Pada Sabtu (09/06/2023) mendatang, kata Marjuki, dari ketiga perusahaan tersebut akan datang ke PN untuk menindaklanjuti kerjasama, dengan melakukan pembicaraan yang lebih detil lagi, termasuk dalam hal kurikulum.

Bagi alumni SMK PN-PN2 Purworejo yang nantinya akan melanjutkan kuliah D4 di ITB PN, jelas Marjuki, yang seharusnya 4 tahun, diberikan kelonggaran dengan fast track. Ada semacam konversi, apa-apa yang sudah diajarkan di SMK dan sesuai kurikulum, kira-kira 3 tahun sudah selesai D4.

“Saat ini sedang dalam proses untuk perijinan pendirian. Target tahun ini ijin sudah keluar sehingga tahun pelajaran 2023/2024 sudah bisa menerima mahasiswa baru,” terang Marjuki.

Sebagai penyelenggara pendidikan, menurut Marjuki, pihaknya ikut membantu pemerintah dalam menyiapkan tenaga-tenaga ahli terampil di bidangnya, khususnya untuk menjadi Sarjana Terapan (S.Tr.), sesuai dengan jurusan yang dia jalani saat kuliah, sehingga mampu bersaing di dunia kerja.(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test