Perkembangan Teknologi Harus Ikut Disikapi Fatayat NU

LANTIK : Anggota Fatayat NU Purworejo saat mengikuti prosesi pelantikan Pimpinan Cabang Kabupaten Kabupaten Purworejo yang diadakan di Gedung KPPN Purworejo, Minggu (4/6/2023).

PURWOREJO-Fatayat sebagai organisasi perempuan muda NU selama ini telah berperan aktif dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan, sosial, kesehatan dan ekonomi. Fatayat NU merupakan organisasi dengan struktur dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan hingga desa, sehingga organisasi ini sangat strategis dalam melakukan pemberdayaan maupun pendampingan terhadap masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Purworejo di Gedung KPPN Purworejo, Minggu (04/06/2023). Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Fadlun, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Tazkiyatul Mutmainah, Rois Syuriah PC NU Kabupaten Purworejo KH Abdul Hadi, serta Ketua Tanfidziyah PC NU Kabupaten Purworejo.

“Fatayat NU tetap banyak belajar dari para sesepuh Nahdlatul Ulama ataupun Muslimat NU. Meskipun mungkin banyak yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, seluruh anggota Fatayat NU tetap harus menghormati yang lebih tua,” kata Yuli Hastuti.

Baca juga Nilai Luhur dan Akhlaq Merosot

Dirinya berharap momen pelantikan akan menjadi langkah strategis dalam membangun sinergitas antara Fatayat NU dengan berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Purworejo dan juga bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam membangun Purworejo.

Lebih jauh disampaikan jika tantangan yang sedang dihadapi saat ini sungguh sangat luar biasa. Kemajuan dan arus perkembangan teknologi yang sangat cepat memudahkan akses informasi dan ini semua tentu ada dampak positif dan negatifnya bagi masyarakat, khususnya terhadap anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita sangat membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk Fatayat NU. Semua anggota Fatayat NU saya harap bisa melakukan tindakan preventif yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga masing-masing dengan melakukan penguatan dalam keluarga serta menjaga ketahanan keluarga,” jelas Yuli Hastuti. (dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test