Pilkades Serentak, Jangan Ada Pidato Politik Berujung SARA

pilkades serentak purworejo
ARAHAN : Calon kepala desa yang akan berlaga dalam pilakdes serentak menerima arahan dari unsur Forkopima di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (24/8/2023).

PURWOREJO-Sebanyak 210 calon kepala desa yang telah ditetapkan sebagai peserta dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Tahun 2023, mendapat pengarahan di Pendopo Agung Kabupaten Purworejo, Kamis (24/08/2023). Pengarahan dibuka oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti, serta dihadiri Kapolres Purworejo AKBP Victor Ziliwu, Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf Yohanes Heru Wibowo, Wakil Ketua DPRD Purworejo Kelik Susilo Ardani, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Adham Arditya Manggala, Asisten I Sekda Bambang Susilo, sejumlah pejabat dan undangan terkait lainnya.

Yuli Hastuti menyebutkan di tahun 2023, Purworejo akan melaksanakan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 88 desa pada 15 kecamatan. Rencanya, pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan tanggal 6 September 2023.

“Saya minta Pj kepala desa, perangkat desa dan BPD agar tetap menjaga netralitas dan mendukung sukses dan lancarnya pelaksanaan pilkades serentak. Sedangkan tim keamanan baik di kabupaten, kecamatan, maupun di desa, diharapkan selalu siaga menjaga kondusifitas, agar pilkades terlaksana dengan aman dan damai,” kata Yuli Hastuti.

“Saya juga minta kepada desa dan kecamatan bersangkutan agar segera mempersiapkan diri dalam melaksanakan pilkades secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” harapnya.

Wabup juga berpesan untuk selalu waspada akan kerawanan yang mungkin terjadi. Seperti ditunggangi kepentingan caleg dan simpatisan partai, ajang perjudian oleh para botoh, ajang jual beli suara, serta kecurangan oleh oknum panitia.

Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani meminta calon kades harus memiliki visi misi yang jelas termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) selama periode jabatannya. “Sebagai kades harus mempunyai sustainability leadership yaitu kepemimpinan dalam organisasi yang concern terhadap kelangsungan dalam jangka panjang di masyarakat,” kata Kelik.

Dandim 0708 Yohanes Heru WIbowo menambahkan, dalam pilkades perlu “deteksi dini dan cegah dini” yaitu sekecil apapun permasalahan harus segera diselesaikan agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang besar. “Perlu deklarasi damai sebagai bentuk pernyataan sikap dan komitmen bersama dalam menciptakan pilkades yang aman, damai, tertib dan kondusif,” tegasnya.

Sedangkan Kapolres Purworejo Victor Ziliwu berpesan agar saat pilkades tidak ada pidato politik yang berujung SARA, ceramah provokatif di lingkungan tempat ibadah dan tempat lainnya, membuat spanduk berkonten SARA, membuat ujaran kebencian di media sosial serta money politik.(nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test