Berkat Campur Tangah Tuhan, Meski Sakit Johan Berhasil Juara I PESPARANI Jawa Tengah

pesparani
JUARA : Cornelius Johan Manggala Sinurat (tengah) bersama keluarga yang mendukungnya untuk menjadi Juara I Cabang Lomba Tutur Kitab Suci Cornelius dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Jawa Tengah. Atas prestasinya itu, Johan akan mewakili Jateng ditingkat nasional.

PURWOREJO-Warga Jemaat Paroki Santa Perawan Maria Purworejo, Cornelius Johan Manggala Sinurat (11) akan mewakili Jawa Tengah dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Nasional yang akan diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November mendatang. Keberhasilan ini setelah Johan berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Pesparani Jawa Tengah yang diadakan di Gereja Katolik Kristus Raja Semesta Alam Salatiga, Minggu (3/9/2023).

Johan berhasil memenangi lomba untuk cabang tutur kitab suci Cornelius. Dalam perlombaan itu sendiri 10 cabang.

Gunawan, kakek dari Johan mengungkapkan jika perjalanan cucunya dalam mengikuti ajang lomba tingkat Jawa Tengah itu tidak mudah. Anak pasangan Yoana Angelita Kusuma Rosalia Putri dan Yohanes Ardyan Purwantoko ini sempat mengalami penurunan kesehatan. Hal ini cukup mengganggu latihan rutin yang harus dijalani.

“Pada hari keberangkatan tanggal 2 Sepetember, kondisi Jo masih sakit hingga dalam perjalanan mengalami muntah-muntah. Waktu gladi bersih pun kami memutuskan untuk tidak mengikuti dan memilih untuk beristirahat,” kata Gunawan, Senin (4/9/2023).

Berbagai cara dilakukan dengan harapan kondisi Johsua segera membaik. Menurut Gunawan, pada saat misa Sabtu sore, Jo tidak sengaja mendapatkan 2 hosti. Malam sebelum beristirahat, rombongan dari Purworejo berkumpul di kamar Jo untuk berdoa dipimpin oleh Romo Reza. Setelah berdoa, kondisi Jo berkeringat dan dia memutuskan untuk melakukan beberapa latihan.

“Saya heran dan terkejut. Ini merupakan mukjizat dan berkat campur tangan Tuhan. Tidak mungkin anak yang sakit selama 3 hari bisa sembuh dalam beberapa jam,” imbuh Gunawan.

Lebih jauh disampaikan, jika saat lomba, dirinya mempercayakan semuanya kepada Tuhan. Semua berjalan baik sampai Johan berhasil menunjukkan kemampuannya. “Usai pentas, kondisi Jo terlihat lelah tapi sehat, tidak lagi dalam kondisi sakit,” kata Gunawan.

Guru dan pembina Johan, Kristin, menambahkan bahwa seleksi tahap pertama PESPARANI dilakukan secara online per paroki, melibatkan paroki-paroki dalam Keuskupan Purwokerto, Kavikepan Semarang, dan Kevikepan Surakarta. Dari seluruh peserta, hanya 5 yang berhak ikut seleksi tahap 2 secara langsung di Salatiga. Johan memperoleh nilai tertinggi, yaitu 90,56, dan berhak mewakili Jawa Tengah di PESPARANI Nasional.(nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test