Rencana Pembangunan Glamping Heroes Park, Aliansi Warga Menolak

heroes park purworejo
TOLAK : Spanduk penolakan rencana pembangun glamping di kawasan Heroes Park Purworejo yang ditempatkan di salah satu jalan ditempat tersebut.

PURWOREJO-Rencana pemerintah kabupaten (Pemkab) Purworejo melakukan pengembangan kawasan Heroes Park di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan/Kabupaten Purworejo mendapatkanpenolakan dari aliansi warga sekitar. Beranggotakan para kiai, petani dan santri di Kelurahan tersebut, mereka menolak rencana pembangunan Glamour Camping (Glamping) di wilayah tersebut.

Dari total lahan seluas sekitar 11 hektar, rencananya glamping akan memanfaatkan lahan sekitar 4 hektar. Adapun posisinya akan berada di sebelah tenggara Pendopo Bumi Perkemahan Argo Putro Heroes Park.

Menilik dari lokasi yang ada, nantinya glamping itu berada di tengah-tengah Pondok Pesantren (Ponpes) Kedungsari dan bersebelahan dengan lahan pertanian milik warga.

Seorang tokoh masyarakat setempat, Mohammad Edy Suranto atau biasa disapa Kang Mamad atau Kiai Merah mengatakan aliansi menolak pembangunan glamping karena dikhawatirkan akan menjadi tempat negatif.

Koordinator Aliansi Warga, Kiai Merah menungkapkan ada kekhawatiran dimana kawasan Heroes Park yang terbuka akan menjadi tempat nongkrong, mabuk-mabukan dan berkelahi. Pengalaman yang ada, saat ada perkelahian biasanya santri yang datang pertama kali untuk melerai.

“Setelah selesai (dilerai),petugas jaga datang. Kawasan Heroes Park kalau malam gelap, lampu dimatikan, sering kali dimanfaatkan oleh pasangan muda mudi berpacaran, kami tidak mau glamping juga dijadikan tempat perbuatan tidak senonoh,” kata Kiai Merah, Selasa (5/9/2023).

Menurutnya, para kiai menolak rencana pembangunan glamping tersebut karena berada di tengah-tengah kawasan ponpes dan makam keramat.

“Kami beberapa orang dari aliansi perwakilan tiga orang sudah melakukan audiensi dengan DLHP, Senin (28/8/2023), adapun hasil dari audensi sudah saya sampaikan kepada kiai. Jawaban kiai dan Aliansi tetap menolak pembangunan glamping tersebut,” jelasnya.

Kiai Merah juga menyebutkan kekhawatiran keberadaan glamping akan mengganggu sawah warga. Dijelaskan jika posisi glamping berada di perbukitan dan di bawahnya merupakan sawah warga, dikhawatirkan limbahnya akan mengaliri sawah warga.

“Pada musim tanam dua saja kami selalu kesulitan air untuk mengairi sawah kami, apalagi jika ada glamping, kami khawatir ketersediaan air bagi pertanian kami terganggu,” ungkapnya.

Kepala DLHP Kabupaten Purworejo Wiyoto Harjono mengatakan Kawasan Heroes Park saat ini terbagi menjadi tiga yaitu kawasan yang saat ini intensif dikelola, karena sudah dibangun pendapa, taman, mushala, toilet. Sekitar 1,5 hektar.

Kawasan inilah yang memang cukup terang pada malam hari. Kedua, kawasan yang semi intensif dikelola, meliputi bumi perkemahan dan hutan kota yang sudah ada, sekitar 4,5 hektar. Lokasi ini yang memang masih banyak spot yang gelap.

“Untuk bumi perkemahan hanya dinyalakan ketika ada event, untuk penghematan,” terang Wiyoto.

Dia menambahkan kawasan yang belum intensif dikelola yaitu di lokasi eks lahan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian seluas lima hektar. Pada kawasan inilah sebagian kecil akan direncanakan untuk glamping dan ada penambahan titik lampu di lokasi tersebut.

Sesuai tugas dan fungsi Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan, maka di lokasi Heroes Park ke depan akan digunakan untuk edukasi, konservasi dan bumi perkemahan, sehingga konsep glamping yang akan dibangun untuk mendukung, fungsi-fungsi tersebut.(nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test