Implementasi P5, Siswa SMPN 24 Diajak Saksikan Jolenan Somongari

smpn 24 purworejo
TRADISI : Tradisi Jolenan Somongari menjadi implementasi P5 SMPN 24 Purworejo.

KALIGESING-Festival Jolen Somongari menjadi momen kegiatan SMPN 24 Purworejo untuk melaksanakan Proyek Penguatan Provil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka, Selasa (5/9/2023). Seluruh siswa diajak untuk melihat dari dekat prosesi budaya 2 tahunan yang diadakan di Desa Somongari Kecamatan Kaligesing Purworejo tersebut.

Seperti diketahui, jolenan somongari merupakan warisan budaya tak benda yang tercatat di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Masuk kategori Adat istiadat, ritus dan perayaan, tradisi ini tercatat sejak tahun 2016 dengan nomor registrasi 63379/MPK.E/KB/2016 bertanggal 17 Oktober 2016.

Untuk mengunjungi lokasi festival jolen yang berjarak sekitar 5 kilometer dari sekolah, mereka memilih berjalan kaki. Hal ini dimaksudkan untuk sekaligus memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang biasa diperingati di tanggal 9 September.

GEMBIRA : Siswa SMPN 24 terlihat gembira usai menyaksikan prosesi Jolenan di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo.

Kepala SMPN 24 Purworejo, Warno Dwi Antoro mengungkapkan jika mengerahkan siswa dan guru untuk datang ke Somongari saban kegiatan Jolenan memang menjadi agenda rutin sekolah. Dengan pemberlakuan Kurikulum Merdeka, hal ini selaras sebagai bentuk pengenalan budaya yang berkembang dan masih lestari.

“Melihat dari dekat prosesi Jolenan menjadi nilai lebih bagi siswa. Tidak semua siswa pernah menyaksikan kegiatan tersebut,” ungkap Warno, Rabu (6/9/2023).

Disampaikan jika tradisi tersebut telah berjalan turun temurun sejak dulu kala. Dan sebagai bentuk rasa terima kasih warga atas limpahan rejeki yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Disini siswa juga kita ajak untuk ikut mensyukuri apa yang telah mereka peroleh hingga sekarang ini. Nilai budaya ini akan tertanam kuat untuk siswa,” tambahnya.

Dirinya berharap siswa nantinya akan peduli dan memiliki tanggung jawab untuk terus melestarikan tradisi yang masih ada. Diakuinya, ada banyak hal positif yang diberikan dari budaya-budaya yang masih berkembang.

“Kita berharap budaya yang masih ada itu tetap lestari. Dan siswa sebagai generasi penerus akan terus memupuk dan melestarikan keberadaannya,” tambahnya.

Disinggung mengenai memilih jalan kaki untuk menempuh Somongari dari sekolah, Warno mengatakan jika selama ini memang setiap peringatan Haornas anak dikerahkan untuk berjalan kaki. Biasanya, tujuan yang diberikan adalah obyek-obyek wisata yang ada di wilayah Kaligesing Purworejo.

“Secara kebetulan, kali ini ada kegiatan di Somongari dan jaraknya terjangkau. Memang medannya naik turun, namun dilakoni anak dengan gembira,” jelas Warno Dwi Antoro. (nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test