TKSK dan Pendamping PKH Harus Sering Turun ke Desa/Kelurahan

SOROT : Bupati Yuli Hasuti menyoroti banyak hal terkait pengentasan kemiskinan di Kabupaten Purworejo.

PURWOREJO-Peran sumberdaya manusia (SDM) sosial sangat strategis dalam pengentasan kemiskinan. Keberadaannya memegang dan mengawal pemutahiran data sesuai dengan aturan yang berlaku. Data yang valid diperlukan mengingat keterkaitannya sangat penting untuk masyarakat.

Hal itu diungkapkan Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat membuka Rakor Peningkatan Kapasitas SDM Sosial tahun 2024, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo, Selasa (06/02/2024). Turut mendampingi Kepala Dinsosdaldukkb Ahmad Jaenudin SIP MM, Kepala DP3APMD Laksana Sakti AP MSi dan Kabag Prokopim Ulik Sri Widiatmi SSos MAP.

Lebih lanjut Bupati meminta agar Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping PKH mengoptimalkan peran PUSKESOS (Pusat Kesejahteraan Sosial) yang sudah dibentuk di 494 Desa/Kelurahan.

“Jadi tolong untuk benar-benar diperhatikan. Jangan hanya karena kedekatan atau hal lain, orang yang mestinya tidak mendapat bantuan malah dapat, tapi orang yang seharusnya dapat malah tidak dapat. Saya minta tingkatkan kunjungan lapangan dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah desa/kelurahan untuk membangun data yang valid,” tandasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Pemkab Purworejo tidak henti-hentinya memperjuangkan program pengentasan kemiskinan ekstrim dan penurunan stunting. Karena menurutnya, indikator kemiskinan ekstrim suatu wilayah dapat dilihat dari derajat kesehatan masyarakatnya dan penanganan stunting.

“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, Kabupaten Purworejo akhirnya mendapat bantuan dari BAPANAS berupa beras 10 kg selama 6 bulan untuk 72.568 KK dan sudah kami distribusikan. Karena salah satu program kami sebagai Bupati adalah pengentasan kemiskinan,” Pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinsosdaldukkb Ahmad Jaenudin dalam paparannya menjelaskan, jumlah TKSK ada 16 orang dan pendamping desa 106 orang. “SDM sosial ini mempunyai komitmen yang solid dalam mensosialisasikan program Bupati yakni pengentasan dan penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan motivasi dan kinerja agar lebih optimal,” katanya.

Pendamping PKH Kecamatan Grabag Aditya Puspitaningtyas saat ditemui disela-sela acara mengatakan, setelah ada rakor akan membuat perencanaan kegiatan, dirinya melaksanakan tugas yang diberikan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada dan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa.

“Kami berharap Bupati Purworejo beserta dinas terkait dapat membantu mem-push desa tentang pemutakhiran data. Sekarang itu desa sudah diberikan kewenangan memutakhirkan data sesuai dengan keadaan yang ter-update lewat Puskesos desa. Sehingga data penerima bantuan dapat sesuai dan tepat sasaran,” kata Aditya. (nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test