Terjebak Macet di Winong, Penjambret Langsung Pasrah

polres purworejo
JUMPA : Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo menanyakan beberapa hal kepada pelaku penjambretan dalam jumpa pers di Aula Mapolres Purworejo.

PURWOREJO-Kemacetan di wilayah Desa Winong Kecamatan Kemiri, tampaknya menjadi pengapesan bagi AN (24) warga sebuah desa di Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo. Betapa tidak, upayanya untuk menguasai dompet milik seorang ibu rumah tangga gagal. Malahan dirinya ditangkap oleh warga yang mendengar teriakan sang korban.

Kapolres Purworejo AKBP Eko Sunaryo dalam gelar perkara tindak penjambretan mengungkapkan jika kejadian itu terjadi pada Senin (12/2/2024) sekitar pukul 07.00 di Jalan Kemiri-Wonosobo yang masuk wilayah Desa Winong. Korban berinisial AMP, berstatus ibu rumah tangga warga Kecamatan Bruno.

“Kejadiannya saat korban pulang dari mengantar anaknya sekolah. Korban menggunakan sepeda motor matic,” kata Kapolres Eko, Kamis (22/2).

Baca Juga Polres Siapkan 106 Personel Antisipasi Kerawanan

Pelaku yang tampaknya sudah mengawasi keadaan, memfokuskan untuk mendekati korban karena melihat dompet yang ditempatkan di dasbor motor. Tidak berselang lama, pelaku memepet korban dan menyapa untuk berpura-pura menanyakan arah jalan.

“Korban berhenti karena ditanya oleh pelaku. Tapi pelaku malah mengambil dompet dari dasbor dan segera melarikan diri,” jelas Eko.

Sadar menjadi korban penjambretan, secara reflek korban berteriak dan mengejar korban. Upaya pelarian pelaku gagal, karena ada kemacetan, pelaku tidak berbuat banyak. Dan warga segera mengepung pelaku dan mengamankannya.

“Oleh warga selanjutnya pelaku diserahkan kepada petugas kami,” kata Kapolres.

Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti milik korban, termasuk dompet berwarna pink dan abu-abu yang berisi handphone Vivo, uang tunai, dan kartu identitas korban.

Selain itu, polisi juga berhasil menyita sepeda motor matic hitam kombinasi merah muda yang digunakan oleh pelaku.

“Pelaku penjambretan akan dijerat dengan Pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun,” tambah Kapolres Purworejo, yang didampingi oleh Waka Polres Purworejo Kompol Fadli, Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Catur Agus Yudo Praseno, serta Kasi Humas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test