Miliki Banyak Penggemar, Pemkab Terus Lestarikan Wayang Kulit

wayangan hari jadi purworejo
KULIT : Bupati Purworejo memberikan sambutan sebelum digelar wayang kulit yang dibawakan KRT Ki Haji Gunarjo Gunotalijendro di Pendopo Wakil Bupati di Kutoarjo, Sabtu (24/2/2024) malam.

KUTOARJO-Wayang kulit menjadi salah satu bentuk kesenian yang dekat dengan masyarakat Purworejo. Penggemarnya merata dan tidak hanya tersentral di perdesaan, namun juga berada di perkotaan.

Hal itu disampaikan Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat memberikan sambutan dalam pagelaran wayang kulit rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 Purworejo yang diadakan di Pendopo Wakil Bupati di Kutoarjo, Sabtu (24/2/2024) malam. Kegiatan itu bertambah semarak dengan pemberian penghargaan Desa Mandiri kepada 10 desa di Purworejo dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Banyaknya penggemar wayang ini, menjadikan kami di Pemkab Puworejo terus berupaya memelihara, melestarikan dan mengembangkan wayang kulit,” kata Yuli Hastuti.

” Antara lain dengan menampilkannya dalam berbagai event termasuk dalam memeriahkan rangkaian Hari Jadi Ke 193 Kabupaten Purworejo,” jelasnya.

Menurut Bupati, sebagai bangsa yang besar, kita harus senantiasa menghargai dan menjunjung tinggi seni budaya sendiri, karena kebesaran dan kemajuan bangsa ini tidak terlepas dari kekayaan dan kemajemukan budaya yang telah hidup dan berkembang sejak lama.

“Apalagi badan dunia UNESCO telah memberikan penghargaan kepada Wayang Indonesia sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi dan warisan budaya yang indah dan berharga,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan terimakasih kepada KRT Ki Haji Gunarto Gunotalijendro SH MM yang sangat peduli terhadap pelestarian seni budaya serta ucapan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tesebut.

Sementara itu Wasit Diono selaku panitia menjelaskan, kegiatan ini selain memperingati Hari Jadi Ke-193 Kabupaten Purworejo juga bertujuan untuk memberikan wahana untuk seniman lokal serta untuk melestarikan pagelaran wayang kulit. (nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test