PDAM Purworejo Peringkat VI Perpamsi Jateng Award 2024

pdam tirta perwitasari purworejo
PENGHARGAAN : Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo Hermawan Wahyu Utomo menunjukkan penghargaan yang diterima dalam ajang Perpamsi Jateng Award 2024

PURWOREJO-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Purworejo menempati peringkat ke-6 kategori Platinum adalam ajang bergengsi Perpamsi Jateng Award 2024. Kegiatan itu diadakan di Hotel Gajayana Malang, Rabu (28/2/2024).

Penyerahan penghargaan diserahkan oleh Ketua Perpamsi Jawa Tengah, M Haryo Nugroho SE MT dan diterima oleh Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo ST MSi.

Hermawan sendiri mengaku senang dengan pencapaian itu. Hal itu membuktikan jika PDAM Purworejo diperhitungkan di tingkat provinsi. Menurutnya dalam penilaian itu ada empat kinerja yang diperhitungkan.

“Keempat kinerja itu meliputi faktor keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia,” kata Hermawan saat ditemui di kantornya, Rabu (6/3/2024).

Hermawan menyebut Penghargaan Perpamsi Jateng Award merupakan agenda tahunan. Dibandingkan tahun-tahun sebelumya, capaian yang diperoleh saat ini mengalami peningkatan.

“Tahun lalu (2023) kita berada di perngkat ke-8 dari sebelumnya peringkat 11,” imbuh Hermawan.

Menilik dari prestasi 2024, Hermawan mengatakan jika hal tersebut menjadi bukti PDAM serius dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat. Dan menjadi parameter adanya kekompakan atau integrasi dari semua stakeholder.

“Disini ada dari eksekutif khususnya Dewan Pembina, instansi yang yang berkaitan seperti DPUPR, Bappeda, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian serta Inspektorat. Juga dengan instansi vertikal seperti Balai Prasarana Permukinan WIlayah, PU Cipta Karya Provinsi,” kata Hermawan.

Ditambahkan, dengan penghargaan yang diterima itu akan menambah spirit atau mental keluarga besar PDAM Purworejo. Pihaknya menjadi semakin tertantang untuk pengembangan Purworejo 100.0.100.

“Artinya, akses air 100 persen, sanitasi buruk 0 persen dan 100 persen sanitasi bagus. Dengan 100.0.100 ini menjadikan masalah stunting dan desa miskin ekstrim akan hilang,” ungkapnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test