Manfaatkan Lahan Perhutani, Desa Ngadirejo Tanam Bibit Kopi Nusantara

demplot kopi
KOPI : Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila menanam bibit kopi didampingi Ketua Diaspora Purworejo Dwi Wahyu Atmaji dan Kades Ngadirejo Kaligesing Agus Muzamil.

KALIGESING-Pemerintah Desa Ngadirejo, Kecamatan Kaligesing memanfaatkan lahan 2.000 meteri persegi sebagai demplot bibit kopi jenis robusta. Lahan tersebut masuk dalam kawasan obyek wisata Joho Adventure Park.

Tidak sendirian, kegiatan yang disebut dengan Penanaman Bibit Kopi Nusantara itu, Pemdes Ngadirejo melakukan kerjasama dengan Diaspora Purworejo, Perum Perhutani Kedu Selatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Purworejo, BPBD Purworejo, BNI, IOF, PTP Temanggung, Pupuk Kaltim, PMO Kopi Nusantara, LMDH Gunung Bayem Lestari dan Pokdarwis Deswita Ngadirejo.

Tampak hadir dan melakukan simbolis penanaman bibit kopi nusantara itu diantaranya Ketua Diaspora Purworejo, Drs Dwi Wahyu Atmaji MPA, perwakilan Perum Perhutani Kedu Selatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila SP MM, Kepala BPBD Purworejo Hariyono SSos MM, perwakilan BNI, Ketua Dewan Pengawas IOF Pusat Harjanto, perwakilan PTP Temanggung, perwakilan Pupuk Kaltim, PMO Kopi Nusantara, LMDH Gunung Bayem Lestari, Kades Ngadirejo Agus Muzamil dan Pokdarwis Deswita Ngadirejo.

“Ini program dari Kementrian BUMN dengan BUMN terkait seperti dari PTP, Perum Perhutani, Pupuk Kaltim dan lainnya, menyelenggarakan penanaman pohon atau bibit kopi di Desa Ngadirejo sebagai Demplot percontohan. Tujuanya adalah dari PMO Kopi Nusantara ini untuk meningkatkan kwalitas dan produktifitas kopi, jadi kita berharap dengan penanaman Demplot ini nanti bisa jadi percontohan untuk desa-desa yang lain,” kata Ketua Diaspora Purworejo Dwi Wahyu Atmaji saat ditemui disela kegiatan penanaman bibit kopi nusantara di Desa Ngadirejo, pada Jumat (8/3/2024).

Dari tahap awal 2.000 meter persegi, nantinya akan dikembangkan menjadi 1 hektar. Dan harapannya nanti bisa mencapai 39 hektar.

Baca juga Implementasi P5, SMPN 24 Buka Pasar Dadakan ‘Dina Gladen Dodolan’

Dipilihnya pohon kopi ditanam dilokasi itu, karena budidaya kopi relatif sudah ada di Desa Ngadirejo, namun demikian kopi yang ditanam oleh warga belum dengan budidaya yang modern.

Menurutnya, potensi lahan milik Perum Perhutani dilokasi itu sangat besar, yaitu terdapat sekitar 500 hektar. Jika untuk tahap awal yang dimanfaatkan baru sekitar 39 hektar dianggap masih kecil dan jika Demplot itu berhasil maka nantinya akan diperluas lebih banyak lagi.

“Harapanya tentu ini bisa makin diperluas dan akan bersinergi dengan berbagai kegiatan yang lain sehingga akan sejalan dengan perkembangan kawasan Purworejo yang akan maju kedepan dengan adanya proyek proyek setrategis nasional seperti bandara YIA, Bendungan Bener, BOB dan lainya, sehingga akan mendukung program program prioritas nasional,” harapnya.

Kepala Desa Ngadirejo, Agus Muzamil, mengaku senang dan bersyukur atas pelaksanaan program penanaman bibit kopi nusantara di Desa Ngadirejo.

“Alhamdulillah hari ini seluruh warga masyarakat Desa Ngadirejo menerima anugerah yang sangat luar biasa dari Alloh SWT, yaitu kerawuhan dari Diaspora, dari Dinas Pertanian, BPBD, Perum Perhutan dan seluruh pihak terkait untuk mensuport dan mendampingi kita dalaam kegiatan menanam pohon kopi diwilayah obyek wisata Joho Adventure Park Desa Ngadirejo,” kata Agus.

Disebutkan, di Desa Ngadirejo memiliki 43 hektar lahan yang merupakan milik Perhutani Kedu Selatan. Dilahan itu sebagian sudah ditanami bibit pohon durian, dan sisa akan ditanami bibit pohon kopi nusantara.

“Tentunya ini akan menjadi motivasi, semangat bagi kami warga Desa Ngadirejo untuk lebih semangat lagi didalam menggali dan mengembangkan potensi desa. Kita punya Perhutani didesa yang luar biasa, insyaallah akan kami optimalkan betul- betul, salah satunya dengan kita tanami kopi yang kedepan bisa menjadi wisata produktif di Desa Ngadirejo ini,” ujarnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test