Gambar Imam-Abdullah Mejeng Bertebaran di Kota Purworejo

imam abdullah
TEMPEL : Gambar Imam Teguh Purnomo berduet dengan Muhammad Abdullah, menempel di beberapa tempat di Purworejo.

PURWOREJO-Gambar dua tokoh muda dari partai berbeda bertebaran di beberapa titik di Kota Purworejo. Keduanya adalah Imam Teguh Purnomo, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Muhammad Abdullah, anggota DPRD Purworejo dari Partai Nasdem. Keduanya dituliskan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Purworejo yang akan berlaga di Pilkada 2024.

Salah satu poster yang terpasang di tengah Kota Purworejo tepatnya di sebelah selatan Gedung DPRD Kabupaten Purworejo poster itu, bertuliskan Imam-Abdullah Menuju Purworejo Lebih Maju dan Meriah. Selain itu, juga terdapat tulisan Relawan Soimah (Serikat Organisasi Untuk Imam Abdullah).

Dari pantauan di lapangan, pada siang hari selain di selatan Gedung DPRD Purworejo juga terdapat di lampu merah perempatan Bank Jateng dan di grup-grup aplikasi Whatshap maupun pribadi banyak yang mengirim foto-foto tersebut tampak dibeberapa titik sentral kota Purworejo.

Imam Teguh Purnomo mengaku, bahwa pihaknya tidak tahu menahu soal poster-poster tersebut dan yang memasang siapa. Menurut Imam, dengan adanya poster-poster itu justru mereka yang mengatasnamakan Relawan Soimah yang mengharpakan dirinya untuk maju dalam Pilkada Purworejo 2024 mendatang.

“Aku juga tidak tahu dan tidak dong siapa yang bikin dan memasang. Berarti kan aku dan Mas Dul jadi orang yang di harapkan masyarakat to kalau seperti itu kondisinya,” kata Imam saat dihubungi melalui aplikasi Whatshap.

Baca Juga Siap Berkoalisi, Nasdem Miliki Kader Mumpuni

Dikatakan Imam, justru mereka dengan sukarela mengeluarkan biaya untuk pasang rontek (poster) sampai ke mana-mana yang pasang.

“Ya, kalau nanti memang ada penugasan dari partai dan juga masyarakat Purworejo menghendaki ya harus siap untuk maju Pilkada,” ujar Imam.

Sementara itu, Muhamad Abdullah juga menanggapi dengan terpasangnya beberapa poster dibeberapa tempat itu, pihaknya juga mengaku tidak tahu siapa yang membuat dan memasang gambar tersebut.

“Saya tidak tahu maksud maupun motif si pembuat dan pemasang gambar itu. Sampai hari ini saya belum memutuskan akan mengambil langkah apa di Pilkada 2024, apakah mau ikut berlaga atau berkontestasi sebagai peserta atau sebagai pendukung,” tutur Abdullah saat dimintai keterangan, Jumat siang.

Lanjutnya Abdullah menegaskan, bahwa dirinya masih mempertimbangkan kemampuan diri baik secara politik, skill maupun logistik serta pendapat keluarga, kerabat,sahabat dan para tokoh masyarakat.

“Saya sadar betul sebagai anak desa banyak keterbatasan dalam banyak hal. Meskipun gambar tersebut terpasang tanpa seijin bahkan tanpa sepengetahuan saya, saya tidak akan mempersoalkan. Justru saya ucapkan terima kasih, karena ini membuktikan bahwa saya masih hidup meski berkali-kali mau “dibunuh”,” tandas Abdullah. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test