5 Paket Rehabilitasi Jalan Poros Desa Dikerjakan Tahun Ini

jalan poros desa
POROS : Salah satu jalan poros desa yang akan ditangani Pemkab Purworejo di tahun 2024.

PURWOREJO-Pemkab Purworejo melalui Dinas PUPR telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2,4 milyar untuk pembangunan jalan poros desa di tahun 2024 ini, yang dibagi menjadi 5 paket pekerjaan.

Kelima paket tersebut, menurut Gunarto, ST Sekdin PUPR Kabupaten Purworejo, munculnya pada saat perencanaan di tahun 2023. Tahun ini terdanai dengan nilai beragam.

“Sekarang lagi berproses untuk DED nya (Detail Engineering Design atau detail gambar kerja). Diharapkan minggu depan selesai, dilanjutkan dengan proses selanjutnya,” jelas Gunarto, Rabu (20/03/2024).

Kelima paket ini meliputi Rehabilitasi Jalan Poros Desa Sumbersari, Kecamatan Butuh dengan nilai konstruksi Rp 295 juta, Rehabilitasi Jalan Poros Desa Tanjunganom-Mangunjayan (lanjutan), Kecamatan Butuh dengan nilai konstruksi Rp 660 juta.

Rehabilitasi Jalan Poros Desa Tanjungrejo-Krandegan di Kecamatan Bayan dengan nilai konstruksi Rp 663 juta, Rehabilitasi Jalan Poros Desa Winong Lor, Kecamatan Gebang dengan nilai konstruksi Rp 285 juta dan Rehabilitasi Jalan Poros Desa Brenggong (Purworejo) ke Kaliharjo (Kaligesing) dengan nilai konstruksi Rp 380 juta.

“Selain untuk kelima paket rehabilitasi tersebut, dari pagu anggaran sebesar Rp 2.412.495.000,- tersebut digunakan Rp 48, 5 juta untuk perencanaan, Rp 47, 5 juta untuk pengawasan dan Rp 33, 495 juta untuk AP,” terang Gunarto, dampingi Kabid Bina Marga Prono Sumbogo, ST.

Disampaikan pula, bahwa dari jalan poros desa yang ada, berdasar SK Bupati tahun 2023 ada 12 ruas yang naik statusnya menjadi jalan kabupaten.

Dengan naiknya 12 ruas jalan poros desa tersebut, kata Gunarto, kondisinya rusak berat. Sehingga total ruas jalan kabupaten sekarang nilai kondisinya menjadi berkurang.

Prono menambahkan, berdasarkan SK Bupati tahun 2015, jalan poros desa panjangnya mencapai 1.200 an km. Namun di 2023, dari PUPR berkolaborasi dengan tim Perkimtan, jalan poros desa yang ada di kelurahan dikeluarkan dan masuk menjadi jalan poros kelurahan.

Baca Juga Berhati-Hati Ambil Langkah, Namun Kreativitas dan Inovasi Tetap Jalan

Terutama, yang ada di Kecamatan Kutoarjo dan Kecamatan Purworejo. Dan sekarang pengelolaannya di bawah Dinperkimtan.

“Ada 12 ruas jalan poros desa sepanjang 52,01 km berdasarkan usulan beberapa waktu terakhir akhirnya dinaikkan menjadi jalan kabupaten di 2023 kemarin,” ungkap Prono.

Sehingga, kata Prono, panjang poros desa setelah dikurangi menjadi jalan kabupaten dan jalan kelurahan dibawah Dinperkimtan, belum dikeluarkan SK terbaru.

Untuk sumber dana 5 paket pekerjaan peningkatan jalan poros desa ini, jelas Prono, bersumber dari APBD. Karena memang dalam perencanaan itu ada yang bersifat tekhnokratif, partisipatif atau bottom up dan juga top down.

“Bentuk kontruksi kita harapkan menggunakan kontruksi beton dengan fc 20. Harapannya agar dalam masa perawatan setelah masa pemeliharaan selesai, masyarakat bisa memeliharanya tanpa alat berat,” ujar Prono.

Harapan dengan adanya rehabilitasi jalan poros desa ini, menurut Gunarto maupun Promo, karena merupakan jalur vital di pedesaan, akan menjadi lebih baik kondisinya meksipun mungkin belum semua tertangani. (nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test