Masterbend Berencana Perbanyak Baksos dan Diskusi Publik

masterbend
BUKA : Pembina Masterbend, Muhammad Abdullah memberikan beberapa pandangannya dalam kegiatan buka bersama anggota Masterbend di Masjid Al Mutaqin Desa Guntur, Kecamatan Bener, Senin (18/3/2024).

BENER-Masyarakat terdampak pembangunan Bendungan Bener yang tergabung alam Masterbend menggelar acara buka puasa bersama di Masjid Al Mutaqin Desa Guntur, Kecamatan Bener, Senin (18/3/2024). Acara tersebut menjadi momentum untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan green belt Bendungan Bener.

Acara buka puasa bersama itu juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuka agama, serta perwakilan pemerintah setempat. Mereka semua sepakat untuk bersama-sama mendukung upaya Masterbend dalam pengelolaan green belt Bendungan Bener tersebut.

Diungkapkan Pembina Masterbend, Muhamad Abdullah, bahwa selain untuk kegiatan mempererat tali silaturahmi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan di sekitar Bendungan Bener, hal itu juga menjadi konsolidasi awal untuk memperjuangkan pengelolaan green belt Bendungan Bener.

“Pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, terutama dalam menjaga green belt Bendungan Bener. Sehingga kami berkomitmen untuk melindungi dan memanfaatkan green belt ini secara berkelanjutan demi kesejahteraan bersama,” kata Abdullah.

Baca Juga Bendungan Bener Akan Rampung Akhir Tahun Ini

Menurut Abdullah, selain sebagai ajang silaturahmi, acara tersebut juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai ide dan gagasan tentang bagaimana cara terbaik untuk mengelola green belt tersebut. Sehingga sejumlah kegiatan sosial juga dilakukan dalam acara tersebut, termasuk mengajak berbuka bersama kaum dhuafa di sekitar Desa Guntur serta para anak-anak yang saat ini sedang mengaji disekitaran desa.

“Ini menunjukkan bahwa Masterbend tidak hanya fokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sosial masyarakat sekitar. Dan acara dilaksanakan disini karena sejarahnya dulu masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para masyarakat yang berjuang untuk menaikkan harga tanahnya, karena dulu tanah masyarakat di beli terlalu murah. Jadi masjid ini bersejarah,” ujar Abdullah.

Abdullah menambahkan, dalam upaya pengelolaan green belt Bendungan Bener, Masterbend akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

“Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Lanjutnya, acara buka puasa bersama ini menjadi langkah awal yang penting dalam perjuangan Masterbend untuk mengelola green belt Bendungan Bener secara berkelanjutan. Seluruh peserta berharap bahwa melalui kerja keras dan kolaborasi yang baik, lingkungan sekitar Bendungan Bener dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.

“Bahwa kedepannya, Masterbend berencana untuk mengadakan lebih banyak kegiatan sosial dan diskusi publik guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Maka dengan demikian, diharapkan upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dapat terus ditingkatkan,” tambahnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test