PDAM Tidak Berbangga Hati Walau Panen Prestasi

pdam purworejo
TOP : Direktur PDAM Hermawan Wahyu Utomo bersama Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menerima penghargaan Top BUMD 2024.

PURWOREJO-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Perwitasari Purworejo baru-baru ini kembali menyabet penghargaan Sebagai Top BUMD 2024. Terhitung sejak tahun 2019, sudah enam penghargaan diterima Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Dalam enam tahun berturut-turut perusahaan ini berhasil mempertahankan gelar bahkan hingga menjadi rujukan bagi perusahaan yang sama dari daerah lain.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo menuturkan bahwa sederet penghargaan yang diterima tidak lantas membuat perusahaan tersebut berbangga hati. Evaluasi serta pengembangan inovasi akan terus dilakukan demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Kriteria pelayanan dalam Top BUMD Award 2024 meliputi kesehatan keuangan, pelayanan operasi dan sumber daya manusia atau SDM. Empat item ini merupakan hal pokok yang harus dijaga setiap perusahaan. Kami berkomitmen mempertahankan predikat baik yang sudah kami raih ini,” kata Hermawan Wahyu, Senin (25/3/2024).

Baca Juga PDAM Sumbang Prestasi Untuk Purworejo

Dia mengemukakan bahwa belum seluruh wilayah Purworejo menerima pelayanan Perumda Air Minum Tirta Perwitasari. Setelah memperoleh sederet penghargaan pihaknya menyadari masih memiliki pekerjaan rumah untuk menghadirkan pelayanan di seluruh kecamatan.

“Visi kami jangan sampai ada wilayah di Purworejo yang mengalami kekurangan air bersih. Kedua, dari variabel ketersediaan air bersih diharapkan kedepan jangan ada lagi desa di Purworejo yang masuk dalam daftar kemiskinan ekstrem. Kemudian kami pun ingin turut serta meminimalkan bahkan menghilangkan sama sekali kasus stunting di Kabupaten Purworejo. Kami ingin layanan air bersih maksimal dengan stok yang melimpah di seluruh wilayah,” kata Hermawan lagi.

Saat ini, lanjut Hermawan, Perumda Air Minum Perwitasari baru mengandalkan 10 sumber air bersih untuk memberikan pelayanan bagi 32.350 pelanggan di Purworejo. 10 sumber itu meliputi saluran air dari Waduk Wadas Lintang, sumber air di Medono, Loano, Sumberjoyo, dua Sumber air bersih di Desa Pakis dan Condongsari Banyuurip, Kedungkebo, Boro I dan Boro II yang memanfaat air permukaan dari Sungai Bogowonto, lalu sumber air bersih di Kutoarjo I dan Kutoarjo II yang memanfaat air permukaan dari Sungai Jali.

Kemudian dalam waktu dekat pihaknya akan mengelola sumber air bersih di Jembangan yang merupakan sambungan dari sumber air Waduk Wadas Lintang.

Selain itu pada akhir tahun 2024 pihaknya akan mengembangkan sumber air di Desa Dadirejo Kecamatan Bagelen. Penyiapan sumber air di wilayah itu akan melibatkan pihak ketiga dari Korea Selatan.

“Untuk pengembangan sumber air di Desa Dadirejo kami sedang bikin FS (Feasibility Studi/studi kelayakan). Begitu juga pihak ketiga dari Korsel juga sedang menyiapkan FS. Setelah penandatangan MoU pengembangan sumber air bersih di lokasi itu akan segera jalan,” bebernya.

Sumber Desa Dadirejo kedepan akan diorientasikan untuk mengcover kebutuhan air bersih wilayah Purworejo Selatan yang sebelumnya memanfaatkan sumber air Boro. Selanjutnya sumber dari Boro akan diarahkan untuk mengoptimalkan pelayanan di Purworejo bagian timur.

“Kami akan terus menaikan target saluran pelanggan setiap tahun. Jumlah pelanggan kami saat ini baru sebanyak 32.350. Untuk tahun ini kami InsyaAllah menarget ada penambahan sebanyak 7500 saluran pelanggan,” pungkasnya.(nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test