Gereja Katolik St Perawan Maria Kembali Gelar Jalan Salib

jalan salib
SALIB : Visualisasi Jalan Salib yang diadakan OMK Paroki Santa Perawan Maria Purworejo

PURWOREJO-Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Perawan Maria Purworejo, Keuskupan Purwokerto mengadakan sebuah kegiatan Visualisasi Jalan Salib, Jumat (29/3/2024). Kegiatan kali ini terasa berbeda karena sempat mandeg selama ada Covid-19.

Ya, kegiatan tersebut sebenarnya rutin dilakukan saban dua tahun sekali. Namun karena terjangan Covid-19 yang melanda, prosesi itu ditiadakan dan baru di tahun ini digelar kembali.

Anggota Pemuda Katolik , Deny mengatakan visualisasi Jalan Salib kali ini mengangkat judul Via Dolorosa 2024. Tercatat sekitar 45 Orang Muda Katolik dari berbagai lingkungan dan stasi yanga da di Paroki Santa Perawan Maria Purworejo,

“Jalan salib ini adalah sebuah devosi yang mengarahkan pandangan spiritualiti kita umat Katolik pada pandangan peristiwa Yesus Kristus, mulai dari putusan hukuman mati kepada Yesus, hingga pada peristiwa pemakamannya,” kata Deny.

Baca Juga Wabup Buka Rapimda Pemuda Katolik Komda Jateng

Ditambahkan jika visualisasi Jalan Salib ini merupakan puncak dari kegiatan Jalan Salib yang diadakan setiap hari Jumat selama masa Prapaskah di gereja Katolik. “Ini merupakan Jalan Salib hidup, yang dikemas dengan bentuk teaterikal dan diberi sentuhan musik, sehingga menciptakan suasana berbeda dengan jalan salib biasanya,” imbuh Deny.

Lebih lanjut dikatakan, jalan salib hidup ini merupakan sebuah permenungan bukan sebuah tontonan, dimana dengan mengikuti jalan salib hidup ini umat Katolik yang hadir diajak merenungkan kisah sengsara Yesus dan bisa merasakan dengan nyata setiap perjalanan sengsara yang dialami oleh Yesus Kristus.

Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan orang-orang muda Katolik untuk bersama-sama kembali berkegiatan dan berkarya setelah masa pandemi Covid-19 berakhir. “Antusias para OMK yang dengan suka rela dan semangat terlibat dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Semoga ini menjadi sebuah hal baik untuk umat katolik pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” jelas Deny. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test