Kembangkan Blewah, Petani Keduren Mendapat Berkah

blewah
PANEN : Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi Desty Lina Erfawati bersama Aris Hartanto saat mengamati hasil panen blewah yang dikembangkan Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren Purwodadi.

PURWODADI-Aris Hartanto, petani milenial dari Desa Keduren Kecamatan Purwodadi bisa tersenyum lebar melihat hasil panen buah blewah yang dikembangkan. Buah segar ini mulai memasuki masa panen selama bulan Ramadhan ini.

Ya, Aris yang menjadi bagian dari Kelompok tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren ini bersama bersama anggota kelompok taninya mulai memetik hasil dari tanaman yang dikembangkan sejak akhir Januari lalu.

Penanaman itu memang telah dipredisikan akan memasuki panen di bulan ramadhan, dimana masyarakat berusaha mendapatkan buah segar itu untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Baca Juga Maksimalkan Hasil Panen, Kebongunung Mitigasi Irigasi

Menurut Aris, kelompok taninya menanam sekitar 20.000 batang di lahan seluas kurang lebih 2 hektar. Areal yang dimanfaatkan ini berada di Desa Keduren sebelah timur yang berbatasan dengan sawah Desa Karangmulyo.

“Kami bekerjasama dengan BPP Purwodadi dimana kami memanfaatkan cultivator lahan kering milik BPP Purwodadi dengan sistem pinjam pakai,” ujar Aris, Senin (1/3/2024).

Aris mengatakan, pihaknya sudah memperhitungkan antara waktu tanam dan prediksi panen tiba. Perhitungnnya tidak meleset dimana panen pertama dilakukan menjelang puasa yaitu tanggal 8 Maret 2024 sebanyak 5 kwintal, disusul panen kedua tanggal 10 Maret 2024 sebanyak 5 ton.

“Panen ketiga tanggal 11 Maret 2024 sebanyak 3 ton, panen keempat tanggal 14 Maret 2024 sebanyak 4 ton. Selanjutnya pada 15 Maret 2024 yang lalu, sudah memetik blewah panenan yang kelima, dengan perkiraan produksi hari itu kurang lebih 2 ton,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakan blewah dijual dan dipetik oleh pengepul buah dari Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Hasil pemanenan itu oleh pengepul akan diambil oleh pengepul besar dari Yogyakarta untuk dibawa ke Bandung.

“Harganya relatif bagus, dimana rata-rata per kilogramnya mencapai Rp 5.000. Dan itu sudah sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

Aris menyebutkan dari lima kali petik, produksinya sudah 14 ton lebih 5 kwintal. Dengan harga per kilo Rp 5.000, maka pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 72.500.000. Dan pendapatan itu masih akan bertambah mengingat panen blewah belum selesai.

Penyuluh pertanian BPP Purwodadi, Desty Lina Erfawati SP yang melakukan pendampingan mengatakan jika pembudidayaan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Ngudi Waluyo III Desa Keduren sangat tepat. Dimana mereka memiliki keberanian memilih usaha/komoditas dan jeli melihat peluang.

“Pengelolaan sumber daya yang dimiliki juga tepat serta mampu memperkirakan waktu yang pas untuk mulai bertanam. Ini juga didukung kemampuan teknis budiaya kelompok tani serta adanya pasar yang jelas,” kata Desty.

Desty menyebut sebagai penyuluh pertanian dan pendamping di lapangan terus memberikan dukungan setiap upaya petani bersama kelompok tani dalam pelaksanaan usaha tani. Dukungan yang diberikan adalah dengan memberikan memberikan kemudahan sarana produksi, konsultasi teknis budidaya dan bersama POPT dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman.

“Dengan totalitas yang ada, tentunya produksi akan optimal dan kesejahteraan petani meningkat,” jelas Desty. (nif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test