Durian Meredup, Pedagang Musiman Banting Stir ke Duku

duku kaligesing
DUKU : Salah satu pedagang duku di Desa Kaliharjo Kaligesing tengah menimbang duku yang akan dikirim ke luar kota.

KALIGESING-Durian dan manggis yang menjadi tanaman buah musiman di wilayah Kecamaan Kaligesing mulai memudar jelang datangnya Lebaran 2024. Tidak ingin ketinggalan momen dikunjungi pemudik, para pedagang musiman pun harus banting stir.

Ya, pedagang musiman yang biasa memanfaatkan masa panen durian dan manggis untuk berjualan di pinggir jalan sepanjang wilayah Kaligesing memang menaguk untung saat musim panen tiba. Sekarang mereka diuntungkan dengan masuknya masa panen buah duku, kokosan dan langsep.

Walaupun duku menjadi jenis buah yang paling diminati, namun kokosan dan langsep juga memiliki penggemar tersendiri. Apalagi bagi mereka yang jarang mendapatkan buah-buah dengan tingkat asam yang cukup tinggi tersebut.

Baca juga : Kembangkan Blewah, Petani Keduren Mendapat Berkah

Pantuan media ini, keberadaan penjual jenis buah duku, kokosan dan langsep itu tidak terlalu banyak. Boleh dikatakan keberaannya tidak sampai seperti jumlah pedagang musiman durian.

Mereka bisa ditemui di pinggir jalan di wilayah Desa Kaliharjo dan Desa Kaligono. Harga yang ditawarkan relatif terjangkau dimana untuk 1 kg duku ditawarkan Rp 10.000. Nominal serupa juga ditawarkan untuk 3 kg kokosan ataupun langsep.

Penjual duku di Kaliharjo, Wardoyo mengatakan jika ketiga jenis buah itu saat memasuki panen biasanya bersamaan. Pedagang musiman sekarang sudah mulai melirik untuk turut menjual langsung kepada pengguna jalan yang melintas.

“Memang minat pedagang lain untuk berjualan ketiga jenis buah ini relatif sedikit dibanding durian dan manggis,” kata Wardoyo, Minggu (7/4/2024).

Dikatakan, menawarkan kepada pengguna jalan yang melintas memang tidak menjadi yang utama. Karena sebenarnya sudah ada pihak ketiga yang akan mengambil buah-buah tersebut dari luar kota.

“Ya sekalian saja, ngepul untuk pedagang luar kota. Tapi kalau ada orang yang ingin beli eceran juga kita layani,” imbuh Wardoyo.

Ditambahkan, memasuki Lebaran ini dirinya berharap ada kenaikan penjualan duku, kokosan dan langsep. Karena pemudik dari luar kota yang kebetulan tidak memiliki ketiga jenis itu bisa mendapatkan dengan harga yang relatif murah.

“Harga disini kan pasti jauh lebih murah dibanding di kota besar. Buahnya kan juga lebih segar,” katanya lagi. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test