BOB Sebut Dewa Ruci Berpotensi Jadi Persinggahan Penumpang YIA

bob
PERNYATAAN : Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Agustin Peranginangin memberikan pernyataan soal potensi wisata Pantai Dewa Ruci, saat acara halalbihalal, di RM Satu-satu

PURWOREJO-Badan Otorita Borobudur (BOB) menggelar acara silaturahmi, sekaligus halalbihalal dengan awak media di RM Satu-satu, Purworejo, Selasa (16/4/2024) sore.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Agustin Peranginangin mengatakan jika Pantai Dewa Ruci di Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata bagi masyarakat yang akan, atau dari Banadara YIA.

Pantai Dewa Ruci menjadi destinasi wisata alam alternatif yang bisa disinggahi para calon penumpang pesawat Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA).

“Selain itu Stasiun Kutoarjo juga bisa lebih dihidupkan untuk menjadi titik tolak para wisatawan luar daerah yang hendak ke Candi Borobudur. Pantai Dewa Ruci bisa menjadi pendukung YIA, jaraknya tidak jauh, hanya sekitar 20 menit dari YIA, tentu bisa menjadi alternatif (transit) makan bagi passenger YIA, aksesnya juga mudah. Jadi ini bisa diangkat,” ucapnya.

Dijelaskan, pesona pantai laut selatan di Kulon Progo dan Purworejo memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan calon penumpang pesawat.

Hal itu terbukti saat libur Lebaran 2024, Destinasi wisata pantai di dua Kabupaten ini mencatatkan tingkat kunjungan wisata tertinggi dibandingkan destinasi wisata lain yang dikelola pemda setempat.

“Kulon Progo juga sudah menata Pantai Glagah, Congot dan Mangrove Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kapanewon Temon. Sementara untuk Passenger kalau harus naik ke bukit Menoreh memakan waktu, kalau rentan jaraknya memang dekat, tetapi aksesnya lebih lapang di sisi pantai, ada banyak jalan alternatif jika terjadi kemacetan,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu potensi Pantai Dewa Ruci yang dulu lebih dikenal dengan pantai Jatimalang yakni di sisi kulinernya. Olahan ikan segar hasil tangkapan nelayan dan juga sajian lain seperti kelapa muda, cukup menggoda dan bisa dinikmati dengan santai sembari menunggu boarding pesawat.

“Senak-enaknya makan di bandara itu kan di ruangan, kalau di pantai kan outdoor, dengan rentang 30 menit jalan darat jelas sangat mungkin bagi mereka untuk mampir dulu ke pantai. Dari sisi bisnis usaha, menariknya kulinernya itu pedagang warga lokal, pemerintah tetap dapat pemasukan ini dampak positif yang harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

Terlebih, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI telah menetapkan Purworejo sebagai salah satu penyangga Destinasi Wisata Super Prioritas Candi Borobudur.

“Tentu saja semua tidak bisa dibebankan kepada pengelola saja. Semua perlu diinisiasi bersama, Pemda Purworejo juga menunjukkan kesungguhannya dalam membranding pantai Dewa Ruci sebagai destinasi andalan di Kabupaten Purworejo. Hal itu bisa berangkat dari kebersihan misalnya, ini harus diperhatikan, kesadaran pengunjung harus ditebalkan, khususnya terhadap sampah plastik, kalau memang terpaksa harus dibuang di lokasi wisata yang minimal dibuang di bak sampah, jangan buang sampah plastik sembarangan,” tegasnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test