Wereng Coklat Pupuskan Harapan Petani

wereng coklat
WERENG : Tanaman padi mengering akibat serangan wereng coklat.

PURWODADI-Wereng Coklat menyerang tanaman padi siap panen milik para petani di Kabupaten Purworejo. Wilayah Kecamatan Purwodadi mengalami serangan cukup parah dan sporadis.

Kardi, seorang petani di Desa Karangmulyo, Kecamatan Purwodadi mengutarakan wereng jenis ini menyerang cukup cepat. Padi miliknya tak luput dari serangan, beruntung padinya siap dipanen sebelum serangan merata.

“Kalau terserang wereng, sudah pasti hasil berkurang, kualitas gabahnya pun pasti menurun. Punya saya sudah saya panen,” kata Kardi, Rabu (24/4/2024).

Hal serupa dikatakan Djarmi, petani lain di desa tersebut. Padi miliknya saat ini baru memasuki usia sekitar 80 hari setelah tanam (HST), namun serangan sudah merata dalam satu petak sawahnya.

Baca Juga : Kembangkan Blewah, Petani Keduren Mendapat Berkah

Mencegah agar tanaman padi miliknya bertahan hingga masa panen tiba ia terpaksa menggunakan pestisida kimia untuk melakukan pengendalian. Ia melakukan penyemprotan pada pagi dan sore hari.

“Saya beli obat di toko pertanian, sudah sekali semprot. Sejauh ini hasilnya lumayan, mudah-mudahan bisa bertahan hingga panen,” katanya.

Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Purwodadi, Akhir Wibowo mengatakan serangan wereng bukan hanya terjadi di wilayah Purworejo. Petani di wilayah Yogyakarta pun saat ini mengalami bencana serupa.

Ia mengemukakan, di wilayah selatan Kecamatan Purwodadi serangan wereng sudah terjadi sejak sebulan lalu, saat menjelang panen. Kendati pun pihaknya sudah melakukan upaya pengendalian namun serangan wereng ini masih terus berlanjut dan menyebar ke wilayah Purwodadi utara bahkan sudah masuk di wilayah Kecamatan Banyuurip.

“Di wilayah selatan serangan sudah terjadi dari MT-1 (masa tanam kesatu). Sekarang di sana sudah memasuki MT 2 dan ternyata dari hasil pemantauan serangan masih ada pada tanaman padi usia di dua minggu hingga 20 hari,” kata dia.

Akhir menjelaskan perkembangan wereng coklat berlangsung cukup cepat. Setiap induk bisa menghasilkan telur hingga sekitar 500 butir dan telur akan menetas dalam kurun waktu kurang lebih tujuh hari.

Di wilayah Purwodadi serangan wereng dialami petani hampir di setiap desa. Serangan terjadi secara spot-spot di area tanaman padi milik para petani.

“Upaya pengendalian dari kami maupun upaya mandiri dari petani masih terus berlanjut. Sampai saat ini kami pun masih terus melakukan pemantauan,” imbuhnya.

Untuk mencegah agar siklus perkembangan wereng ini tidak berlanjut, Akhir mengajak para petani untuk terus melakukan pemantauan setelah melakukan penyemprotan. Pada masa tanam kedua, pengendalian diimbau untuk dimulai sejak masa semai benih hingga usia-usia awal tanaman padi.

“Seperti di Desa Sukomanah, saat ini tanaman padi pada MT-2 disana kurang lebih baru berusia 20 hari. Tapi masih kita temukan wereng. Maka sejak semai benih harus kita kendalikan dan terus dipantau. Kalau saat persemaian pengendalianya akan lebih mudah,” pungkasnya.

Terpantau, wereng coklat ini menyerang batang tanaman padi. Serangan ini menyebabkan batang pohon padi layu hingga membusuk dan ambruk. Tak hanya itu, di sejumlah lokasi serangan wereng ini membuat gabah pucat dan menghitam.

Akibat serangan wereng tersebut, tak sedikit para petani memilih melakukan panen secara dini untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Ada pula sebagian kecil petani di Kecamatan Purwodadi mengalami gagal panen. Hal itu terjadi lantaran wereng merusak seluruh tanaman sebelum padi memasuki usia panen.(ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test