Yophi Prabowo Ajak Mahasiswa Untuk Kreatif dan Inovatif

yophi prabowo
RESES : Yophi Prabowo bersama mahasiwa Universitas Muhammadiyah Purworejo dalam kegiatan reses.

PURWOREJO-Sedikitnya 500 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPurworejo) bisa mendapatkan beasiswa dari Pemerintah melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Perolehan itu tidak lepas dari upaya Rumah Aspirasi Partai Demokrat. Diyakini, jumlah penerima akan terus bertambah dengan bekerjasama dengan kampus lain.

“Saat ini kurang lebih sudah 500 mahasiswa UMP yang kami perjuangkan dan sudah merasakan beasiswa KIP. Target kami setiap tahun ada peningkatan sebanyak 150 orang. Di Purworejo selain UMP kami akan menjalin kerjasana dengan kampus lain,” kata Wakil Ketua DPRD Purworejo sekaligus Ketua DPC Demokrat Purworejo, Yophi Prabowo, dalam kegiatan Reses Selasa (23/4/2024).

Melalui program ini Yophi berharap mereka menjadi mahasiswa berpretasi dengan IPK minimal 3. Ia juga mengajak mereka bersiap menjadi generasi penerus, generasi pejuang yang siap mewujudkan Purworejo menjadi kabupaten maju.

“Kita harus berterima kasih kepada bapak Bramantyo, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang selama telah memperjuangkan beasiswa untuk adik-adik. Kami akan terus berjuang untuk Purworejo agar memperoleh kuota maksimal. Selian KIP kami juga sudah memperjuangkan PIP untuk siswa SMA,SMP serta SD di Purworejo,” kata dia lagi.

Dihadapan ratusan mahasiswa penerima program KIP malam itu, Wakil Ketua DPRD Purworejo ini mengemukakan masalah Purworejo saat ini adalah lapangan pekerjaan. Jumlah lapangan pekerjaan di daerah ini masih terbatas sehingga mayoritas pemuda memilih mengadu nasib di perantauan.

Baca Juga : IKIP dan UMPWR Resmi Miliki Ikatan Alumni

“Kami ingin kedepan ingin Purworejo banyak investasi. Investor harus didorong masuk dan adik-adik yang saat ini masih duduk dibangku kuliah harus mempersiapkan diri. Jangan hanya jadi penonton, jadilah pemain di daerah sendiri,” katanya.

Persoalan lain yang masih menjadi perhatian banyak pihak yakni masalah kemiskinan. Angka kemiskinan di Purworejo masih diatas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Tengah.

“Di Jawa Tengah kita peringkat tiga dari bawah. Ide kreatif dan inovatif dari adik-adik mahasiswa sangat diharapkan,” ujarnya lagi.

Pendapatan perkapita masyarakat di Purworejo masih terlampau rendah, daya beli masyarakat masih terbatas. Sehingga harus ada upaya serius dan konsisten.

Pria yang kini tengah bersiap untuk mencalonkan diri sebagai bupati Purworejo ini menambahkan saat ini ada sejumlah proyek strategis nasional yang masuk di Purworejo. Selain medorong roda ekonomi kehadiran program nasional ini diharapkan juga mampu mendongkrap perkembangan wilayah.

“Kita dekat dengan Bandara YIA, pembangunan Bendungan Bener pun saat ini sedang berjalan dimana hal itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan sektor pertanian. Selain itu ada ada pula BOB. Wilayah timur Purworejo akan dikembangam sebagai centra pariwisata. Mahasiswa jangan hanya jadi penonton harus jadi pemain,” ujarnya. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test