PKSKP Jadi Wadah Penjual Keliling Purworejo

pedagang keliling purworejo
DEKLARASI : Bupati Yuli Hastuti saat memberikan sambutan dalam deklarasi dan halal bihalal PKSKP di Kutoarjo.

KUTOARJO-Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) termasuk para penjual keliling yang banyak dilakoni warga masyarakat, merupakan bagian penting dari ekonomi global dan berperan sebagai penyokong utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Hal itu di ungkapkan Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dalam kegiatan Deklarasi dan Halal Bihalal Penjual Keliling Sejahtera Kabupaten Purworejo (PKSKP) di Kawedanan Kutoarjo,Selasa (30/4/2024). Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Olahraga Bangun Erlangga Ibrahim SSTP MM, Camat Kutoarjo Nur Huda SSTP MIP, Kabag Prokopim Setda Anas Naryadi SH MM, Ketua PKSKP Joko, dan unsur terkait lainnya.

Dijelaskan Bupati, perkembangan UMKM telah menjadi perhatian utama pemerintah dan organisasi ekonomi internasional selama beberapa dekade terakhir. “Berbagai upaya dilakukan untuk terus memberdayakan dan mengembangkan UMKM, agar dapat semakin eksis berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Yuli Hastuti.

Baca juga : LKPP Beri Sosialisasi Kepada UMKM Purworejo Agar Masuk E-Katalog

Bupati sangat mengapresiasi keberadaan PKSKP sebagai wadah bagi para penjual keliling di Kabupaten Purworejo, dalam menggapai kesejahteraan keluarga yang bermuara pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat. “Gunakan wadah ini sebagai wahana silaturahmi, saling mendukung dan bekerjasama, serta sebagai alat perjuangan untuk mencapai cita-cita bersama,” pesannya.

Ditambahkan Bupati, kegiatan halal bihalal merupakan tradisi bangsa Indonesia yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan. Halal bihalal sudah menjadi bagian budaya. Bangsa, yang mengandung nilai-nilai positif untuk saling memaafkan dan saling berbagi kasih sayang.

“Ibadah Ramadhan selama satu bulan penuh memberikan pelajaran untuk menjadi pribadi yang kuat, disiplin, sabar dan selalu menghargai antar sesama. Untuk itu mari mempertahankan roh Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari dalam menata serta menapak kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang,” kata Yuli Hastuti. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test