Kemajuan Bangsa Tidak Lepas Dari Peran Kader NU

nu kaligesing
BARENG : Bupati Yuli Hastuti bersama peserta seminar kebangsaan Indonesia maju melalui Peningkatan Kapasitas Kaderisasi NU melakukan foto bersama

KALIGESING-Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang telah berdiri sejak lama, memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. Kader NU memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, serta kebhinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH saat membuka Seminar Kebangsaan Indonesia Maju melalui Peningkatan Kapasitas Kaderisasi NU, di Gedung MWC NU, Desa Ngaran, Kaligesing, Rabu (15/05/2024). Pada kesempatan ini Bupati mengatakan kegiatan seperti ini layak untuk disyukuri karena tidak semua kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo mendapatkannya.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan kemajuan Indonesia tidak lepas dari peran kader NU yang tergabung dalam badan otonom (banom), seperti GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, dan sebagainya, keberadaannya sangatlah penting dan strategis.

Baca juga : MWC NU Loano Dilantik, Diajak Perkuat Ukhuwan Islamiah

“Kader NU merupakan garda terdepan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan yang memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Bupati berharap melalui seminar ini dapat membahas bersama strategi dan langkah konkret yang dapat diambil untuk memperkuat peran kader NU dalam pembangunan Indonesia. Mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Saya berharap seminar ini akan menjadi momentum bagi kita semua untuk lebih mendalami peran dan tanggung jawab, Kader NU harus menjadi motor penggerak yang membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa, ” pungkasnya.

Sedang Kepala Bakesbangpol Agus Widiyanto SIP MSi dalam laporannya mengungkapkan kegiatan ini sebagai wujud mempererat persatuan dan kesatuan. “Seminar kebangsaan tidak saja sekedar ajang mengulas tentang organisasi. Tetapi kami berharap kita sadar bahwa banyak isu-isu tantangan yang harus kita hadapi dan diselesaikan di masyarakat,” ungkapnya. (nif)

Penulis: Hanif Nasir Editor: Agung Budi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test