Kenakalan Remaja Muncul Karena Banyak Faktor

kenakalan remaja
Bupati Yuli Hastuti membuka dialog Kewaspadaan Dini Masyarakat yang mengambil tema Mewaspadai Potensi Kenakalan Remaja di Kabupaten Purworejo, di Ganesha Convention Centre

PURWOREJO-Kenakalan remaja merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat kita saat ini. Dan munculnya permasalahan itu dikarenakan beberapa faktor diantaranya perubahan sosial, teknologi, dan lingkungan.

“Faktor-faktor itu menjadi pemicu munculnya perilaku menyimpang di kalangan remaja,” kata Bupati Yuli Hastuti saat membuka Dialog Kewaspadaan Dini Masyarakat yang mengambil tema Mewaspadai Potensi Kenakalan Remaja di Kabupaten Purworejo, di Ganesha Convention Centre, Rabu (15/5/2024).

Dialog tersebut digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol Purworejo dan diikuti guru BK SMA/SMK/SMP, Ketua dan sekertaris OSIS SMA/SMK.

Baca juga : Satbinmas Polres Lakukan Pembinaan Saksi Tawuran

Menurut Bupati, menilik dari permasalahan yang muncul, saat ini perlu dipahami akar permasalahan ini dan bekerja sama dalam mencari solusi yang efektif.

“Remaja adalah generasi penerus bangsa yang harus kita bimbing dan arahkan agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak mulia, dan memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat krusial dalam membentuk karakter dan perilaku mereka,” tambahnya.

Bupati mengajak orang tua untuk lebih memperhatikan dan mendampingi anak-anak. Salah satunya dengan memberikan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang baik.

Kepada para pendidik, Bupati mengajak terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. “Dan kepada seluruh elemen masyarakat, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi perkembangan remaja, ” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk mendukung segala upaya dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. “Kami juga akan memperkuat kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan instansi terkait untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini,” ungkap Yuli Hastuti. (ndi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test