Lestarikan Budaya, Pelepasan Siswa SD Negeri Kaligesing Diwarnai Adat Jawa

PELEPASAN: Para siswa SD Negeri Kaligesing berbaris diiringi tarian jawa menuju lokasi acara pelepasan.

PURWOREJO- Pelepasan atau kelulusan siswa SD Negeri Kaligesing 2004 kali ini dilakukan berbeda. Nuansa budaya jawa mewarnai prosesi acara pelepasan.

Konsep ini diangkat dalam acara untuk melestarikan budaya jawa yang mulai pudar dikalangan anak-anak sekarang.

Kepala SD Negeri Kaligesing, Supriyono mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan atas keinginan dari paguyuban wali murid, dan pelaksanaan acara dari awal hingga akhir dilakukan oleh paguyuban.

“Konsep budaya jawa ini supaya anak-anak paham, atau mau mengerti budaya jawa. Sekarang budaya sudah agak pudar, khususnya pada anak-anak. Ini untuk melestarikan,” kata Supriyono di sela pelepasan, Senin (10/6).

Selain diiringi penari jawa, prosesi pelepasan juga diiringi oleh musik tradisional karawitan yang dimainkan oleh siswa. Sejumlah gending (lagu.red) tradisional jawa dimainkan oleh para siswa.

Pada acara tersebut, juga ditampilkan tarian tradisional Purworejo yakni Tari Dolalak, yang ditarikan oleh para siswa.

“Tadi pada proses siswa masuk ke lokasi acara ada gending-gending seperti gending Kebo Giro, ada cucuk lampah juga, lalu pembawa acara juga dikemas dengan bahasa jawa,” ungkap Supriyono.

Wali Kelas 6, Teguh Suyono mengatakan, selain untuk tujuan pelastarian budaya, alasan konsep ini diangkat karena memang SD Kaligesing memiliki sejumlah ekstrakulikuler aktif yang kental dengan budaya jawa.

“SD Kaligesing punya andalan ekstrakulikuler karawitan yang aktif, dan ekstrakulikuler lain,” katanya.

Di sisi lain, Teguh mengatakan, siswa yang lulus kali ini ada 33 anak. Satu siswa SD Kaligesing juga berhasil menjadi peringkat 1 se-Kecamatan Kaligesing untuk nilai PSAJ (Penilaian Sumatif Akhir Jenjang), atas nama Nafizah Zalmaa Azzahra binti Soerjono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test