Luput Perhatian Dinas, Ruang Kelas SDN 2 Donorejo Ambrol

AMBROL: Atap gedung salah satu ruang kelas SD N 2 Donorejo, Kecamatan Kaligesing ambrol.

KALIGESING- Atap gedung salah satu ruang kelas SD N 2 Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Purworejo ambrol, hingga rata dengan tanah.

Gedung yang telah berdiri 30 tahun lebih ini, tak kunjung ada renovasi atau perbaikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Purworejo.

Pihak sekolah diketahui telah melapor ke pihak terkait dengan kondisi gedung kelas yang sudah memprihatinkan, namun tidak kunjung ada perhatian.

Ambrolnya atap gedung terjadi pada ruang kelas 1 pada Kamis, (30/05/2024) lalu. Beruntung saat kejadian para siswa tengah berada diluar ruangan.

Musibah ini menarik simpati anggota dewan Komisi IV DPRD Purworejo dengan meninjau ke lokasi sekolah, pada Rabu (12/6/2024).

“Jadi ini SD Inpres yang tentu secara teknis konstruksi diatas 30 tahun, memang sudah saatnya direnovasi,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Muhamad Abdullah, didampingi Kepala Desa Donorejo, Suparman dan perangkat saat melakukan peninjauan.

Pihaknya mengaku kaget setelah tahu sekolah sudah melapor ke dinas tapi belum ada tindak lanjut perbaikan.

“Kami kaget juga kepala sekolah menyampaikan beberapa tahun lalu sudah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, namun kemudian belum ada tindak lanjut,” ungkapnya.

Abdullah mengaku akan segera memanggil para pemangku kepentingan, untuk Rapat Dengar Pendapat dengan OPD terkait, baik Dinas Pendidikan maupun PUPR.

“Ya, tentunya untuk mencari solusi agar sekolah ini bisa dibangun secara cepat, supaya siswa bisa belajar seperti biasanya,” tegasnya.

Abdullah juga berpesan kepada siswa agar berhati-hati saat bermain di sekolah, dan tidak takut untuk datang ke sekolah.

“Anak-anak disini jangan takut ke sekolah, sementara waktu ditempatkan di ruang yang lain. Dan semoga Pemda segera sigap merenovasi gedung ini agar kemudian bisa digunakan kembali,” harapnya.

Kepala SD N 2 Donorejo, Sukarti, menceritakan, awal mula kejadian ambrolnya atap ruang kelas, anak-anak melihat, dan langsung bilang ke guru jika gedung atau ruang kelas 1 mau roboh.

“Lalu dikondisikan, kelas itu dikunci, anak-anak berbaris di halaman karena ada kegiatan, kemudian terjadi roboh itu,” tuturnya.

Diungkapkan Sukarti, beruntungnya pada saat roboh tidak ada korban yang terdampak. Saat ini siswa harus mengungsi belajar di perpustakaan hingga Mushola.

“Bersyukurnya belum ada aktivitas belajar, kalau ada aktivitas tentu akan banyak korban, meskipun sekarang ini juga ada korban karena anak-anak harus belajar tidak pada tempatnya, maka anak-anak sedikit kurang nyaman. Kelas 1 ada 16 anak, sekarang dipindah ke perpustakaan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya sangat berharap kedatangan Komisi IV DPRD ini akan membawa titik terang terkait solusi perbaikan gedung sekolah.

“Tentunya harapannya dengan kedatangan Komisi IV kesini membawa kebahagiaan, kecerahan untuk kami, sehingga sekolah bisa dibangun kembali,” ucapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test