Ikhtiar Mandi dan Minum Rebusan Air Sendang Nyai Beser, Gunungwangi Diyakini Bisa Dikaruniai Momongan

sendang nyai beser
SENDANG : Kepala Desa Gunungwangi Priyo Dwi Prayitno (bersimpuh) saat berada di Sendang Nyai Beser.

KALIGESING-Jernihnya air Sendang Nyai Beser di Desa Gunungwangi Kecamatan Kaligesing berasal mata air di lereng desa setempat. Debit air di sendang ini tidak pernah surut, bahkan dalam musim kemarau sekalipun.

Tidak saja segar saat untuk mandi atau membasuh muka. Lebih dari itu, sendang ini bagi sebagian orang dipercaya memiliki khasiat.

Kepala Desa Gunungwangi, Priyo Dwi Prayitno mengungkapkan banyak orang yang meyakini ketika terdapat pasangan telah membina rumah tangga namun belum dikaruniai momongan, sebagai wujud ikhtiar dengan memohon ijin kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Melalui perantara Nyai Beser, kemudian mandi bersama pasangan maka dengan ijin Allah InsyaAllah akan segera dikaruniai momongan.

“Sudah banyak yang berikhtiar di tempat ini. dimana mereka datang dan mandi bersama agar badan sehat dan segar. Kemudian bisa mengambil air untuk memasaknya dan kemudian diminum bersama pasangan,” kata Priyo Dwi Prayitno, Kamis (13/6/2024).

Priyo menyebut dengan diiringi doa dengan penuh keyakinan dan pengharapan kepada Sang Pencipta, InsyaAllah segera dikaruniai momongan. Hanya dia menggaris bawahi jika semua itu bagian dari ikhtiar. Karena dua hal yang akan selalu mengiringi kehidupan manusia di dunia ini, sebagai insan yang beriman diberikan kewajiban untuk berusaha dan berikhtiar.

“Dan yang harus juga dilakukan adalah berdoa untuk mencapai yang terbaik, bagi diri sendiri maupun untuk orang lain,” tambahnya.

Oleh karena, sendangnya dipercaya memiliki khasiat tersebut, Dwi mengaku, sudah beberapa kali pasangan yang dari luar Desa Gunungwangi mendatangi ke sendang itu.

“Mereka berikhtiar atau ngalap berkah agar segera dikaruniai momongan,” ungkapnya.

Keberadaan Sendang Nyai Beser itu memang menjadi salah satu daya tarik bagi desa yang berada paling tinggi di Kaligesing tersebut. Gunungwangi sendiri memiliki potensi alam yang lain seperti Watu Lintang atau Watu Tiban.

Adapun daya tarik utama di desa tersebut adalah keberadaan wisata religi makam Syekh Maulana Maghribi. Tokoh ini merupakan ulama berasal dari negeri Maghrib atau Maroko, Afrika bagian Utara.

“Eyang Syekh Maulana Maghribi yang menyebarkan agama Islam di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Wisata religi makam syekh maulana maghribi sering diziarahi oleh peziarah dari daerah sekitar Purworejo maupun dari luar spulau Jawa, terlebih pada bulan ruwah para peziarah silih berganti yang berdatangan. Syekh maulana maghribi juga tercatat sebagai anggota dewan Walisongo senior atau angkatan pertama sekitar tahun 1435 M abad 15 atau tahun 838-839 hijriyah datang ke Gunungwangi,” jelas Dwi Priyo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test