Kurangi Limbah Plastik, Daging Kurban Dibagikan dengan Besek

BESEK: Daging kurban Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah (PAYDM) dibagikan menggunakan besek.

KALIGESING – Cara berbeda dilakukan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah (PAYDM) di Desa Kaliharjo, Kecamatan Kaligesing, dalam pembagian hewan kurban Idul Adha.

Daging kurban dibagikan menggunakan besek yang diberi alas daun jati. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi limbah sampah plastik dan menjaga kualitas daging.

Kepala PAYDM Kaligesing, Ibrahim Rahmat, mengatakan, penggunaan besek dan daun jati untuk distribusi daging kurban sudah dilakukan oleh masyarakat di wilayah Kaligesing sejak lama.

“Tujuanya untuk mengurangi polusi sampah plastik, higienis serta mengoptimalkan pengrajin besek di lingkungan sekitar sini,” kata Ibrahim Rahmat, saat ditemui diisela penyembelihan dan pembagian daging kurban di PAYDM Kaligesing, Senin (17/6/2024).

Diungkapkan, untuk penyembelihan hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu terdapat 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing, kali ini ada 3 sapi dan 5 kambing.

“Alhamdulillah setiap tahun selalu bertambah. Pelaksanaan kurban ini kselalu menyertakan masyarakat desa Kalirejo,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penyembelihan, pembagian daging kurban diutamakan untuk anak-anak di PAYDM Kaligesing. Adapun yang sisanya dibagikan warga lingkungan sekitar, dengan jumlah kurang lebih 250 warga.

“Harapan kedepan bisa semakin menyadarkan masyarakat untuk berkurban dan sudah terbukti setiap tahun selalu bertambah, jika dulu 3 sapi 2 kambing sekarang bertambah 3 ekor kambing,” harapnya.

Disampaikan, PAYDM Kaligesing dalam melakanakan kurban selalu berdasarkan syar’i atau berdasarkan hukum islam yang di pelajari selama ini, dan mengupayakan pemanfaatan hewan kurban tersebut sesuai dengan ajaran islam.

“Kalau untuk jumlah anak yatim, kita mengakomodir baik itu anak didalam gedung dan diluar gedung. Untuk yang menginap di panti ada 20 anak, sedangkan 22 merupakan anak asuh kami, dimana mereka kaum dhuafa yang tidak nampu secara ekonomi,” jelasnya.

Warga Desa Kaliharjo, Parnut Ahmad Nasiroh, mengaku senang bisa mendapatkan daging kurban dari PAYDM Kaligesing. Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas distribusi daging yang diberikan.

“Menurut saya dengan menggunakan besek dan daun jati ini memang jadi lebih higienis ketimbang dengan plastik,” katanya.*

I

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test