Gandeng Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, Oemah Pari Jawab Rasa Kangen Menu Rumahan

Oemah pari
COBA : Fanni Aminadia turun langsung memberikan panduan cara menikmati iga bakar di Oemah Pari Sucen Jurutengah Purworejo

BAYAN-Oemah Pari Secang menawarkan berbagai menu baru untuk memanjakan penggemar kuliner di Purworejo. Sajian bisa dinikmati sendiri ataupun bersama-sama sambil menikmati semilir angin persawahan menjadikan pengunjung betah untuk tinggal berlama-lama di tempat tersebut.

Ya, rumah makan yang berada di pinggir jalan utama ring road Utara Purworejo atau tepatnya di Dusun Secang Kelurahan Sucen Jurutengah Purworejo ini menjawab rasa kangen terhadap sajian rumahan.

Owner Oemah Pari, Yossi mengungkapkan menu baru yang ada merupakan hasil kolaborasi antara pihaknya dengan pihak ketiga yang digandeng untuk menyiapkan makanan berat bagi pelanggannya.

“Kami melibatkan Mas Totok Santoso dan Mbak Fanni Aminadia yang memiliki berbagai resep unggulan untuk bisa dicicipi pelanggan kami,” kata Yossi saat ditemui di Oemah Pari, Rabu (19/6/2024) malam.

Nama Totok dan Fanni sendiri sudah akrab di telinga masyarakat Purworejo, bahkan Indonesia karena mereka merupakan mantan raja dan ratu Keraton Agung Sejagat yang pernah menghebohkan di tahun 2020.

“Setelah kami cicipi, rasa yang ditawarkan itu cocok untuk lidah masyarakat kita. Makanan tradisional Jawa dulu juga bisa menjawab rasa kangen akan makanan dahulu yang biasa dinikmati secara bersama keluarga dan orang terdekat,” tambahnya.

Kedua nama itu, lanjut Yossi, bertanggung jawab atas penyedia menu di rumah makan yang dikelolanya, sementara dirinya selaku owner bertanggung jawab terhadap manajemen. Yossi juga menyebut kekuatan Oemah Pari yang dikenal dengan minumannya tidak akan hilang.

“Selama ini kami memiliki unggulan wedangan berupa wedang rempah dari olahan jahe, kapulogo, kayu manis, sereh, kacang tanah dan kolang kaling dengan gula batu,” tambahnya.

Fanni Aminadia sendiri menyebut menu sup iga konro dan iga bakar menjadi kekhasan lain diluar menu kembul bujono. Mengutamakan bumbu, dirinya tidak memasukkan penguat rasa sama sekali untuk semua menu yang ada di Oemah Pari

“Silakan dinikmati sendiri dan berikan penilaian,” katanya.Saat penulis menikmati sup yang disediakan memang rasanya cukup kuat. Bahkan hanya nasi dengan kuahnya saja, rasanya sudah nendang.

Menjelang malam, pengunjung yang datang juga semakin ramai. Mereka datang secara bersama untuk mencicipi menu yang ada dengan memilih sendiri tempat yang disediakan.

Temaramnya lampu dengan alunan musik yang lembut menemani, menjadikan pengunjung bisa menuangkan berbagai obrolan sambil menyantap hidangan malam yang enak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test