Daftar Sekolah Adiwiyata Provinsi Dari Purworejo Bertambah

sekolah adiwiyata
ADIWIYATA : Tujuh sekolah yang mendapatkan predikat adiwiyata Jawa Tengah dari Purworejo saat berada di Baturaden, Banyumas.

PURWOREJO-Daftar sekolah Adiwiyata di Kabupaten Purworejo semakin panjang. Ada 7 sekolah yang mendapatkan predikat sekolah adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 Tingkat Jawa Tengah, yang dipusatkan di Baturaden, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (25/6/2024) kemarin.

Ketujuh sekolah itu adalah SD Negeri 1 Pengenrejo, SD Negeri Sidomulyo, SD Negeri Brengkelan, SD Negeri Mranti, SD Negeri Tambakrejo, SMP Negeri 13 Purworejo dan SMP Negeri 17 Purworejo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Purworejo Wiyoto Harjono mengungkapan pemenuhan kriteria untuk sekolah Adiwiyata itu ada tiga komponen yaitu komponen perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pemantauan.

“Dari tiga komponen terebut harus melaksanakan 6 penerapan perilaku ramah lingkungan dengan 29 indikator yang harus dipenuhi,” kata Wiyoto, Rabu (26/6/2024).

Disebutkan, 29 indikator itu meliputi perencanaan kegiatan, perencanaan gerakan peduli lingkungan hidup disekolah yang berdasarkan laporan IDS dan hasil IPMLH, yang dilaporkan dari sekolah. Kemudian pihak yang terlibat dalam penyusunan dokumen tersebut, lalu dokumen 1 KTSP, penerapan PRRH, yang diintegrasikan dalam rencana kegiatan, pengelolaan sampah, pemeliharaan pohon tanaman, konservasi air, konservasi energi dan inovasi penerapan PRRH berdasarkan IPMLH.

“Kemudian ini ada daftar pertanyaan, apa yang harus dipenuhi sehingga menyebabkan dinilai oleh propinsi apakah itu layak atau tidak menjadi sekolah Adiwiyata,” lanjutkan.

Bagi mereka yang telah mendapatkan penghargaan ditingkat propinsi, akan diajukan untuk penilaian ditingkat nasional. Penilaian akan dilakukan oleh tim yang telah dibentuk oleh Kementrian KLHK.

“Tahun kemarin kita dapat yang peringkat nasional, ada 1 yaitu dari MA An Nawawi Berjan,” ungkapnya.

Dijelaskan, Adiwiyata adalah program apresiasi pemerintah kepada sekolah yang telah menerapkan prinsip peduli dan berbudaya dalam pelestarian lingkungan hidup, melalui upaya pengelolaan sampah, penanaman pohon, konservasi air, hingga dampak perubahan iklim.

Adiwiyata juga merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan yang edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan, dikalangan peserta didik, guru, wali murid, serta masyarakat sekitar.

“Yang jelas kita tidak berbicara tentang penghargaanya, tapi yang lebih kita tekankan adalah mindset perubahan perilaku disekolah. Sekolah Adiwiyata itu sebenarnya bukan lomba, tapi bagaimana memicu perubahan perilaku untuk ramah lingkungan, dan itu namanya gerakan bukan lomba dan harapanya semua sekolah SD dan SMP menjadi sekolah Adiwiyata,” jelasnya.

Sekolah Adiwiyata, lanjutnya, merupakan bagian dari pendidikan lingkungan kepada anak- anak sekolah, peduli terhadap lingkungan yang harus dimulai sejak dini.

“Tidak bisa kita hanya sehari, dua hari, setahun, dua tahun tapi satu generasi, maka program seperti ini digalakkan, harapanya 10, 20 tahun kedepan anak- anak kita menjadi agen perubahan untuk bagaimana mengelola lingkungan kita secara baik,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Test