KEMIRI, epurworejo.com – Moderasi beragama tak selalu hadir dalam ruang-ruang formal. Kali ini, PD IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kankemenag Kabupaten Purworejo menggandeng Pemerintah Desa Rejosari, Kecamatan Kemiri, menggelar kegiatan unik nan inspiratif bertajuk Bina Moderasi Bersama Umat Lintas Agama (NASI BULINA), Senin (30/6/2025).
Kegiatan yang dikemas secara kreatif ini tak hanya menghadirkan dialog keagamaan lintas iman, tetapi juga pelatihan praktis bertema Zero Waste dan Eco Enzyme sebagai bagian dari gerakan ramah lingkungan dan pemberdayaan ekonomi umat. Bertempat di Aula Desa Rejosari, kegiatan berlangsung meriah, penuh semangat kebersamaan dan edukasi.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kankemenag Kab. Purworejo H. Mukhlis Abdillah, S.Ag., M.H., didampingi jajaran seperti Kasi Bimas Islam, Penyelenggara Katolik, Kepala KUA, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga penyuluh lintas agama. Kegiatan ini sekaligus menjadi peringatan Harlah ke-2 IPARI tingkat Kabupaten Purworejo.
Ketua PD IPARI Zulfah Kirom, M.Ag., menyampaikan bahwa NASI BULINA merupakan bagian dari upaya konkret menyatukan misi keagamaan dan kepedulian lingkungan. “Kita ingin moderasi beragama hadir melalui aksi nyata dan solutif, termasuk melalui pengelolaan limbah rumah tangga berbasis eco enzyme,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Rejosari, Tukiran. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Sangat bermanfaat bagi warga, baik dari sisi wawasan, spiritualitas, hingga praktik lingkungan hidup,” ujarnya penuh antusias.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag H. Mukhlis Abdillah menegaskan bahwa NASI BULINA adalah wujud implementasi Asta Protas Kemenag, yang meliputi penguatan kerukunan, ekoteologi, dan pemberdayaan ekonomi umat. “Kami berharap Rejosari bisa menjadi model desa yang mengintegrasikan nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan lingkungan secara utuh,” tegasnya.
Dalam sesi pelatihan, narasumber Esther Suriadiningrat menjelaskan pentingnya eco enzyme sebagai solusi pengurangan limbah dan pengganti bahan kimia sintetis. “Dengan eco enzyme, kita bukan hanya membersihkan lingkungan, tapi juga mewariskan bumi yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Sementara itu, Ikhsanudin, S.Sos., penyuluh agama Islam yang juga peraih Juara 3 PAI Award Nasional 2024, memaparkan teknik pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) sebagai bahan dasar pupuk organik. “Ini ilmu praktis yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
NASI BULINA menjadi momentum sinergi antara iman, ilmu, dan aksi nyata. Sebuah langkah kecil yang menggugah, dan berpotensi menjadi gerakan besar demi kemanusiaan dan kelestarian bumi. (*)
Baca Berita Pantura

