SOLO, epurworejo.com – Penampilan anak-anak dari Teater Bocah Purworejo sukses memukau penonton di pembukaan perayaan Hari Teater Dunia ke-12 “Sala Hatedu” yang digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo, Senin malam (7/7/2025).
Tampil di panggung utama Pendapa Ageng pukul 19.05 WIB, kelompok teater cilik asal Purworejo ini membawakan lakon berjudul Gadis Biji Timun. Selama 30 menit, panggung disulap menjadi ruang dongeng yang penuh imajinasi dan penghayatan mendalam.
Sutradara Teater Bocah, Agus Pramono, menyampaikan rasa bangga atas penampilan anak-anak asuhnya. Menurutnya, mereka tampil penuh semangat dan totalitas.
“Alhamdulillah penonton memberikan respons luar biasa. Anak-anak berhasil memainkan peran dengan ekspresi yang kuat dan menyentuh. Ini pencapaian yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Kebanggaan juga datang dari Makhasin, salah satu orang tua pemain yang turut mendampingi ke Solo. Ia menilai pengalaman ini akan memperkuat kecintaan anak-anak terhadap dunia seni pertunjukan.
“Panggung ini besar sekali buat mereka. Tapi anak-anak justru tampil luar biasa. Terima kasih untuk dukungan Pemkab Purworejo, khususnya Bupati yang telah memfasilitasi perjalanan kami,” kata Makhasin.
Rombongan Teater Bocah sebelumnya dilepas secara resmi oleh Staf Ahli Bupati, Rita Purnama, dari Rumah Dinas Bupati Purworejo. Kehadiran Pemkab sebagai pendukung moril dan materiil disebut memberi semangat tersendiri bagi anak-anak untuk tampil optimal.
Ajang “Sala Hatedu” yang berlangsung hingga Kamis (10/7/2025) ini menjadi wadah pertemuan komunitas teater se-Jawa Tengah. Tercatat sebanyak 25 kelompok teater ambil bagian, dengan panggung pertunjukan digelar secara terbuka dan gratis untuk publik.
Teater Bocah Purworejo sendiri menjadi satu-satunya kelompok dari Purworejo yang tampil dalam gelaran bergengsi ini. Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa potensi seni pertunjukan dari daerah juga layak bersaing di panggung provinsi, bahkan nasional.
“Yang kami bawa bukan hanya lakon, tapi juga nama baik Purworejo. Anak-anak ini adalah bibit seni masa depan daerah,” pungkas Agus.(*)
Baca Berita Pantura

