PURWOREJO, epurworejo.com – Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) II bersama CV Jaringan Strategis Nasional dalam rangka penyusunan kajian akademik tentang strategi pengembangan potensi dan investasi daerah. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Lembaga Strategi Nasional, Syarief Aryfaid SIP sebagai narasumber.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kopi Jolotundo, Rabu (17/12/2025).
Ketua Komisi I DPRD Purworejo, Budi Sunaryo ASos, mengatakan FGD ini menjadi bagian penting dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan daerah saat ini tidak cukup hanya bertumpu pada rutinitas kebijakan, namun harus diperkuat dengan pendekatan berbasis data dan kajian akademik yang komprehensif.
“Pembangunan daerah hari ini tidak cukup hanya bertumpu pada rutinitas kebijakan. Kita membutuhkan pendekatan berbasis data, kajian akademik, serta keberanian untuk berinovasi agar pertumbuhan ekonomi yang kita dorong benar-benar inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” ujar Budi Sunaryo.
FGD II ini diinisiasi oleh Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo dan dilaksanakan bekerja sama dengan CV Jaringan Strategis Nasional. Sejumlah perangkat daerah turut dilibatkan, di antaranya Bapperida Kabupaten Purworejo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo.
Budi Sunaryo menjelaskan, forum FGD menjadi ruang strategis untuk menyatukan perspektif antara legislatif, eksekutif, akademisi, serta para pelaksana kebijakan teknis di lapangan. Ia menekankan pentingnya masukan dari seluruh unsur yang hadir agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya ideal secara konsep, tetapi juga realistis dan aplikatif di Kabupaten Purworejo.

“Masukan dari Bapperida, DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Koperasi dan UMKM, hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja sangat kami harapkan, supaya rekomendasi yang dihasilkan benar-benar bisa diterapkan,” katanya.
Lebih lanjut, Komisi I DPRD Purworejo berkomitmen untuk memastikan hasil kajian akademik tersebut dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah. Baik dalam penyusunan regulasi, penguatan tata kelola pemerintahan, maupun dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh peserta FGD untuk menyampaikan pandangan secara terbuka, kritis, dan konstruktif. Menurutnya, perbedaan pandangan justru diperlukan untuk memperkaya substansi rekomendasi demi kemajuan Purworejo ke depan.
“Perbedaan pandangan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk memperkaya rekomendasi demi kemajuan Purworejo,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Budi Sunaryo menyampaikan apresiasi kepada CV Jaringan Strategis Nasional atas fasilitasi dan kerja sama yang telah terjalin, serta kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan pemikiran dalam kegiatan FGD tersebut. Ia berharap, hasil FGD ini dapat memberikan manfaat nyata dan kontribusi strategis bagi pembangunan Kabupaten Purworejo ke depan. (*)
Baca Berita Pantura


















