KULONPROGO, epurworejo.com — MORA Group mencatat respons positif dari pasar Malaysia saat mengikuti MATTA Fair 2026 untuk pertama kalinya di Malaysia International Trade and Exhibition Centre, pada 4–6 April 2026. Keikutsertaan ini menjadi langkah awal perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar internasional, khususnya menjajaki potensi wisatawan Malaysia ke Indonesia.
Selama tiga hari pameran, MORA Group menawarkan berbagai paket perjalanan terintegrasi dengan layanan menginap di jaringan hotel yang dikelola. Untuk wilayah Jawa Timur, paket wisata berbasis Surabaya menjadi unggulan dengan destinasi favorit seperti Bromo dan Tumpak Sewu. Selain itu, paket “Discovery Surabaya” turut menarik perhatian, dengan pengalaman wisata Kota Lama menggunakan toerwagen, susur Sungai Kalimas, hingga tur kota melalui bus Surabaya Sightseeing and City Tour.
Sementara itu, paket wisata wilayah Yogyakarta juga diminati, meliputi kunjungan ke Malioboro, Taman Sari, Keraton Yogyakarta, serta destinasi candi seperti Borobudur dan Prambanan. MORA Group juga menawarkan alternatif wisata ke Kulon Progo, mencakup Waduk Sermo, Kalibiru, hingga aktivitas jeep di Pantai Glagah.
Adapun untuk wilayah Kalimantan Selatan, paket perjalanan mencakup susur Sungai Martapura dan Barito, kunjungan ke Pulau Kembang, wisata religi ke makam Guru Sekumpul dan Datu Kelampayan di Martapura, hingga destinasi alam seperti Tahura Sultan Adam dan Pantai Batakan, lengkap dengan pengalaman kerajinan dan kuliner lokal.
Berdasarkan pencatatan di lokasi, rata-rata 40 pengunjung per hari mendatangi booth MORA Group dengan tren peningkatan pada hari kedua dan ketiga. Hingga penutupan pameran, sedikitnya 50 pengunjung tercatat telah melakukan deposit pemesanan paket wisata yang sekaligus mencakup layanan menginap di jaringan hotel MORA Group.
Minat pengunjung didominasi pada paket wisata Surabaya dan Yogyakarta, sementara destinasi Kalimantan Selatan dinilai masih memerlukan pengenalan lebih lanjut di pasar Malaysia.
Founder dan CEO MORA Group, Andhy Irawan, menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi langkah awal penting dalam memahami dinamika pasar regional. “Lebih dari sekadar penjualan, kami mendapatkan insight berharga terkait perilaku konsumen, preferensi produk, serta posisi kompetitif di pasar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Director of Operation and Revenue MORA Group, Hengky Tambayong, yang menilai keikutsertaan ini memberikan gambaran awal mengenai preferensi pasar Malaysia terhadap produk perjalanan ke Indonesia.
Ke depan, MORA Group akan memanfaatkan hasil pengamatan selama pameran sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar regional.
Sejalan dengan rencana ekspansi, perusahaan juga tengah mempersiapkan pembukaan properti baru, yakni HEMORA Lereng Senja Ciwidey, Bandung dan HEMORA Sriti Palu yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2026, guna memperkuat portofolio serta menghadirkan pilihan pengalaman menginap yang lebih beragam bagi wisatawan.(*)








