GRABAG, epurworejo.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan komitmen pemerintah menjaga ketersediaan pupuk dan stabilitas harga hasil pertanian saat melakukan kunjungan ke Kios Sumber Tani, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Selasa (23/12).
Dalam dialog bersama ratusan petani, Zulhas menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan terobosan besar dalam tata kelola pupuk bersubsidi. Sistem kini diubah agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Subsidinya tetap, tahun ini lebih dari Rp45 triliun, tapi kita bisa beri diskon sampai 20 persen. Dalam lima tahun, kita bahkan bisa membangun tujuh pabrik pupuk. Ini sangat efisien dan produktif,” kata Zulhas.
Ia menyebutkan, pada tahun 2026 pemerintah menetapkan kuota pupuk bersubsidi sebesar 9,5 juta ton untuk sektor pertanian dan 300 ribu ton untuk perikanan, dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp46 triliun.
Zulhas menegaskan bahwa peningkatan produksi menjadi kunci kesejahteraan petani. Ia juga memastikan harga gabah di tingkat petani tetap terjaga. “Saya tanya tadi harga gabah sudah Rp6.500 per kilogram. Kalau ada yang di bawah itu, saya tombok,” tegasnya.
Selain pupuk, Zulhas memastikan dukungan infrastruktur pertanian terus diperkuat. Ia mengaku telah meninjau kondisi irigasi di wilayah tersebut yang kini telah diperbaiki oleh Kementerian PUPR. “Pupuk harus aman dan tidak boleh terlambat. Sebelum tanam, pupuk harus sudah ada agar rakyat lebih makmur,” ujarnya.
Dalam diskusi, sejumlah petani juga menyampaikan aspirasi terkait peralihan dari pupuk kimia ke pupuk organik serta menanyakan fluktuasi harga cabai. Menanggapi hal itu, Zulhas menjelaskan bahwa stabilitas harga cabai sangat dipengaruhi musim dan cuaca. Ia menyarankan pemerintah daerah memanfaatkan anggaran biaya tidak terduga untuk intervensi harga jika diperlukan.
Zulhas juga menyinggung peran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang ke depan diharapkan dapat menjadi penyangga harga hasil pertanian. “Kalau cabai tidak laku, bisa dibeli koperasi. Komoditas lain juga bisa dibeli untuk suplai dapur MBG. Jadi dapur MBG nanti mengambil dari koperasi,” jelasnya.
Selain meninjau sektor pertanian, Zulhas juga melakukan kunjungan ke kampung nelayan. Ia menyampaikan bahwa di Jawa Tengah akan dibangun sekitar 100 kampung nelayan sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di kampung nelayan nanti ada cold storage, pabrik es, kapal, tempat tampung ikan, sampai tempat jual ikan. Hari ini saya datangi dua lokasi,” ungkapnya.
Menurut Zulhas, kunjungan ke Purworejo ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional, mulai dari pupuk, irigasi, pertanian, hingga sektor perikanan. (*)








