Purworejo, epurworejo.com – Kemudahan mengakses informasi melalui perangkat digital belum selalu diikuti kemampuan memilah dan menguji kebenarannya. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat menghadapi ancaman hoaks, misinformasi, disinformasi hingga manipulasi data.
Hal tersebut menjadi perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo melalui Bimbingan Teknis (Bimtek)m Literasi Informasi Kabupaten Purworejo, Selasa-Kamis (6-8 Oktober 2026) di Aula Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo.
Bimtek bertema “Mewujudkan Ekosistem Literasi Purworejo yang Unggul dan Relevan” dengan fokus “Transformasi Layanan Perpustakaan melalui Penguatan Literasi Informasi” itu diikuti 40 peserta dari unsur guru, pustakawan atau pengelola perpustakaan, serta pegiat literasi.
Kadinpusip Kabupaten Purworejo melalui Kepala Bidang Perpustakaan Sigit Sudibyo mengatakan perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru.
“Di satu sisi, kita memperoleh kemudahan mendapatkan informasi yang bermanfaat, namun di sisi lain juga terdapat ancaman hoaks, disinformasi, misinformasi, hingga manipulasi data,” katanya.
Menurut Sigit, literasi informasi diperlukan agar masyarakat tidak berhenti pada kemampuan mengakses informasi, tetapi mampu mengevaluasi kebenarannya sebelum digunakan maupun disebarluaskan.
“Dengan memiliki kemampuan literasi, kita memiliki kecakapan untuk memahami informasi, mengaksesnya secara selektif, mengevaluasi kebenarannya secara kritis, serta memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui Bimtek tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai penelusuran, evaluasi dan pemanfaatan sumber informasi. Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat dan peserta didik melalui peran masing-masing.
Pustakawan didorong semakin optimal dalam mengelola sumber informasi, guru menjadi fasilitator pembelajaran berbasis informasi, sementara pegiat literasi berperan mendorong masyarakat agar lebih kritis dalam menerima dan menggunakan informasi.
“ Saya berharap para peserta menjadi garda terdepan literasi, untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan masyarakat yang lebih literate,” kata Sigit.
Pada hari pertama, materi menghadirkan Dr. Ari Wijayanti, M.Pd., pendidik asal Purworejo; Aris Himawan, S.H., Ketua PWI Purworejo; dan Nurmansyah Alami, S.T., Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP).
Kehadiran narasumber dari unsur pendidikan, jurnalistik dan perpustakaan memberikan perspektif bahwa literasi informasi merupakan persoalan lintas bidang. Sementara pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan narasumber dan peserta berbeda dari unsur terkait.








