BPOB Kembangkan Wisata Jemparingan di Borobudur Highland

KULON PROGO, epurworejo.com – Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) resmi mengembangkan atraksi wisata budaya bertajuk Land & Legacy Gladhen Jemparingan di Zona Otorita Borobudur Highland, Senin (20/7/2026). Atraksi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan dengan mengangkat kekayaan sejarah, budaya, dan alam kawasan Perbukitan Menoreh.

Jemparingan merupakan seni panahan tradisional gaya Mataraman yang dilakukan dengan posisi duduk bersila. BPOB memadukan aktivitas tersebut dengan nilai sejarah Perang Jawa serta perjuangan Pangeran Diponegoro yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Menoreh. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat Desa Wisata Nglinggo sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Borobudur Highland.

Sebanyak 30 pemanah dari berbagai komunitas di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pengurus Paseduluran Jemparing Langenlastro, Agung, menyambut baik inisiatif tersebut.

Baca Juga :  Ngangkring Budaya, Obrolan Untuk Pengembangan dan Nguri-uri Budaya Tradisional

Direktur Destinasi Pariwisata BPOB, Neysa Amelia, mengatakan pengembangan atraksi ini merupakan bagian dari komitmen BPOB menghadirkan destinasi wisata yang berkualitas sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Melalui pengembangan atraksi yang mengangkat kekayaan alam, budaya, dan sejarah, BPOB terus berkomitmen mendorong terwujudnya kawasan pariwisata Borobudur yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Neysa.

Menurutnya, kehadiran Land & Legacy Jemparingan diharapkan dapat menjadi ikon wisata budaya baru di Borobudur Highland, memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku wisata, komunitas budaya, serta UMKM di kawasan penyangga.(*)