Post ADS 1

Tradisi Suranan Kemanukan, Ada Jangan Sura dan Pentas Kuda Lumping Bareng

Penampilan anak-anak sebagai penerus grup kesenian kuda lumping Karya BUdaya Desa Kemanukan Bagelen.

BAGELEN, epurworejo.com -Empat grup kesenian kuda lumping yang ada di Desa Kemanukan Kecamatan Bagelen tampil secara bergantian dalam Suranan Desa yang diadakan markas salah satu grup di Dusun Krajan Kulon Desa setempat, Kamis (10/7/2025).

Keempat grup yang unjuk diri adalah grup Karya Budaya, Mardi Budoyo, Turogo Mudo Budoyo dan incling Sari Widodo. Para penari juga lengkap dari anak-anak, remaja dan orang tua.

Pengasuh Karya Budaya, Paiman mengungkap kegiatan Suranan itu sendiri dilakukan siang dan malam hari. Sebelum dipentaskan juga dilakukan kegiatan ngguyang jaran (mencuci kuda kepang) yang dilakukan oleh grup Karya Budaya.

“Acara sudah kita mulai sejak pagi hari dimana peralatan pentas dari kuda kepang serta alat musiknya dibersihkan oleh anggota,” kata Paiman.

Dikatakan Paiman, tradisi guyang jaran dilakukan sebagai upaya menjaga para danyang atau roh leluhur yang biasa membantu dalam sebuah pementasan.

“Sebagai grup kesenian yang sudah tua, dan yang yang sering hadir dalam setiap pementasan kami bahkan berasal dari beberapa daerah, seperti merapi, kediri dan banyak lagi, mereka semua juga leluhur yang perlu kami jaga dan pelihara,” ucapnya.

Baca Juga :  Materi Ujian Praktek SIM Lebih Mudah

Siang hari selepas Duhur dilakukan selamatan bersama yang menghadirkan tokoh agama setempat serta diikuti jajaran perangkat desa dan undangan yang lain.

“Dalam selamatan ini satu kekhasan yang diadakan yakni jangan atau sayur suran. Ini sejenis sayuran berkuah yang harus menyertakan tempe gembus, ” imbuh Paiman.

Disampaikan jika tradisi itu sudah berjalan lama seiring keberadaan Grup Karya Budaya.

“Adanya peringatan sudan dan tampil bersama ini, kami ingin meneguhkan kebersamaan grup-grup kesenian khususnya kuda lumping di Desa Kemanukan,” jelas Paiman.

Kepala Desa Kemanukan, Nur Wijayanto dalam kesempatan itu berharap agar grup-grup kesenian di desanya bisa berkembang dengan baik. Harapannya keberadaan kesenian tradisional akan tetap lestari. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed