PURWOREJO, epurworejo.com – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Purworejo menggelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan pada Ahad (16/11/2025) di Auditorium Kasman Singodimedjo Universitas Muhammadiyah Purworejo. Mengangkat tema “Gerakan Perempuan Aisyiyah untuk Politik Keadilan dan Kemanusiaan”, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas perempuan Purworejo dalam memahami politik dan mengambil peran strategis di ruang publik. Sekitar 500 peserta hadir dari berbagai unsur Aisyiyah dan organisasi perempuan Muhammadiyah, menunjukkan antusiasme besar terhadap isu peran perempuan dalam dinamika politik daerah maupun nasional.
Ketua PDA Purworejo, Nur Ngazizah, menegaskan bahwa perempuan harus memiliki pemahaman politik yang kuat agar mampu berpartisipasi aktif, baik sebagai pemilih maupun pengambil kebijakan. Ia menilai masih banyak hambatan struktural dan kultural yang membuat perempuan tertinggal dalam politik, mulai dari minimnya literasi hingga kuatnya nilai patriarki. “Politik bukan hanya soal partai, tetapi bagaimana kita berkontribusi nyata pada pembangunan. Peran perempuan Aisyiyah sangat dekat dengan kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak, dari tingkat dasawisma hingga kabupaten. Harapannya, setelah mengikuti pendidikan politik ini, perempuan di cabang dan ranting semakin bergerak untuk membangun Purworejo,” ujarnya.
Kegiatan diawali penampilan siswa PAUD dan SD Aisyiyah Unggulan, serta peluncuran sejumlah program majelis dan lembaga Aisyiyah. Pada kesempatan yang sama, PDA Purworejo juga mengukuhkan 43 kepala sekolah Amal Usaha Aisyiyah dari TK dan PAUD se-Purworejo. Acara dilanjutkan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur Milad Muhammadiyah ke-113 dan launching Lagu Perempuan Berkemajuan.
Sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, lembaga pemilu, DPRD, hingga komisioner perlindungan anak hadir memberikan perspektif yang beragam. Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H. memaparkan bahwa perempuan memiliki perspektif khas yang dibutuhkan dalam kebijakan publik dan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah. Plt. Kepala Kesbangpol, Agus Miswanto, S.IP., M.Si., mengingatkan pentingnya literasi digital bagi perempuan sebagai upaya mencegah penyebaran paham radikal. Sementara Ketua Komisi IV DPRD Purworejo menegaskan bahwa perempuan harus hadir dalam proses legislasi agar kebijakan publik lebih adil dan responsif.
Ketua KPU Purworejo Jarot Sarwosambodo, S.E. mengajak perempuan menjadi pemilih cerdas dan memahami mekanisme pemilu untuk mewujudkan pemilu inklusif. Adapun Komisioner KPAI Dr. Dyah Puspitarini bersama Sekretaris MPKSDI PWM Jawa Tengah Muhammad Zuhron Arofi, M.Pd.I. menekankan bahwa pendidikan politik berbasis nilai Islam berkemajuan mampu membentuk perempuan yang kritis, berkarakter, dan percaya diri untuk tampil di ruang publik.
Melalui seminar ini, Aisyiyah Purworejo berharap perempuan semakin aktif, berdaya, dan berani mengambil peran strategis dalam masyarakat. Pemberdayaan perempuan menjadi komitmen berkelanjutan Aisyiyah untuk mendorong lahirnya perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi pembangunan Purworejo dan bangsa.(*)








