Data Desil dan Infrastruktur Jadi Sorotan Warga Dapil III

BANYUURIP, epurworejo.com – Persoalan data desil menjadi salah satu keluhan yang paling banyak mencuat dalam reses anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Purworejo, Muharomah. Warga mempertanyakan ketidaksesuaian antara kondisi ekonomi keluarga dengan data desil yang menjadi dasar penerimaan bantuan sosial.

Keluhan tersebut disampaikan dalam enam kali kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2026 yang digelar Muharomah di sejumlah titik wilayah daerah pemilihan (Dapil) III, meliputi Kecamatan Bayan dan Banyuurip, pada 13-18 September 2026.

Kegiatan reses berlangsung di Desa Grantung, Pekutan, Jrakah, Pucang Agung, Seboro Krajan dan Banyu Urip. Selain persoalan desil, warga menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari bantuan transportasi kesehatan, infrastruktur jalan dan PJU, sumur bor, pertanian, peternakan hingga pembinaan UMKM.

Di Desa Grantung, Yono mempertanyakan hasil sensus ekonomi karena dinilai belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Ia mencontohkan warga yang masih menumpang tinggal di rumah orang lain, tetapi justru tercatat dalam Desil 9.

Keluhan serupa disampaikan Masjono dari Desa Besole, Kecamatan Bayan. Dengan penghasilan yang tidak pasti setiap hari, ia mempertanyakan mengapa dirinya tercatat dalam desil di atas 6.

Persoalan bantuan sosial juga disampaikan Salimah dari Desa Jrakah. Ia mempertanyakan pencabutan PKH meski berdasarkan data dirinya tercatat dalam Desil 3. Sementara Wardoyo dari Banyu Urip mengungkapkan anaknya yang bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan tidak pasti justru masuk Desil 6-10, meski masih bersekolah di SMK.

Baca Juga :  Jangan Asal Ngramban dan Mbedil Di Ngaglik Ngaran Kaligsing, Ini Ancamannya

Di bidang infrastruktur, Yogi Susyono dari Pekutan mengusulkan pembangunan jalan rabat beton untuk memperlancar aktivitas warga sekaligus pemasangan PJU. Dari Jrakah, Setrisno mengusulkan bantuan sumur bor, sedangkan Ria Purnati meminta bantuan jamban dan PJU.

Kebutuhan air untuk pertanian juga menjadi perhatian. Slamet Mulyono dari Pucang Agung mengusulkan bantuan sumur bor di area persawahan karena kesulitan mendapatkan air saat musim kemarau.

Sementara itu, Bayu dari Pekutan meminta bantuan transportasi bagi warga yang sakit untuk menuju rumah sakit. Ia mengusulkan adanya mobil siaga yang dapat digunakan masyarakat ketika membutuhkan akses transportasi kesehatan.

Aspirasi di sektor pertanian dan peternakan disampaikan Triyono dari Banyu Urip. Ia meminta agar petani dan peternak mendapatkan perhatian melalui penyuluhan sehingga mampu menghasilkan ternak yang sehat dan berkembang dengan baik.

Sedangkan Paulus Purnomo menyoroti keberadaan pelaku UMKM desa yang dinilai masih minim pembinaan. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan usaha masyarakat.

Muharomah mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan yang dibawa dan diperjuangkan melalui DPRD sesuai kewenangan yang dimiliki. Ia menilai persoalan data desil perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan.

“Data desil ini menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan penerimaan bantuan. Aspirasi warga akan kami tampung dan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan yang ada,” kata Muharomah, Rabu (23/9/2026). (*)