PURWOREJO, epurworejo.com – Kejutan mewarnai perhelatan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis PBSI Cup II Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang digelar pada 12–14 Desember 2025 di Gedung YGSH Purworejo.
Atlet yang selama ini kerap mendominasi justru tumbang di tangan pemain muda seperti pasangan Adjie Suwono Widyatmoko dan Ashari Pahlawan yang tumbang di babak semifinal oleh pasangan muda Andrew Tjahya Raihansyah dan Rahadianta Alfyin Ramadhani.
Ketua Panitia Kejurkab, Sasmito Adi mengungkapkan jika kejutan itu menunjukkan jika proses regenerasi bulutangkis di Purworejo telah berjalan.
“Kita bersyukur karena prestasi anak-anak muda yang sekarang kualitasnya sudah cukup bagus,” ujar Sasmito usai memberikan hadiah, Minggu (14/12/2025) sore.
Secara umum, Sasmito mengungkap dalam kejurkab tersebut dipertandingkan 13 kategori, mulai dari usia dini, remaja hingga dewasa, baik putra maupun putri. Kejurkab diikuti oleh enam klub bulutangkis se-Kabupaten Purworejo.
Sasmito menjelaskan, Kejurkab PBSI Cup II menggunakan sistem jalur perorangan, dengan mempertandingkan nomor tunggal, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran. Sementara untuk nomor beregu, hingga saat ini belum dipertandingkan.
“Sistemnya masih jalur perorangan. Nomor beregu memang belum dibuka di Kejurkab, ke depan kemungkinan akan ada aplikasi atau mekanisme tersendiri karena beregu ini punya gengsi klub yang tinggi,” jelasnya.
Sasmito menambahkan, Kejurkab merupakan agenda wajib bagi setiap Pengurus Kabupaten PBSI sebagai syarat untuk dapat mengikuti kejuaraan di tingkat yang lebih tinggi.
“Kejurkab ini kewajiban. Pengkab yang tidak melaksanakan Kejurkab otomatis tidak bisa mengikuti kejuaraan di level berikutnya. Secara aturan minimal satu kali setahun, dan Purworejo mampu menggelarnya dua kali dalam satu tahun. Ini prestasi tersendiri bagi kami,” tegas Sasmito.
Dengan digelarnya Kejurkab dua kali setahun, diharapkan para atlet semakin terasah dan memiliki daya saing kuat di tingkat yang lebih tinggi. Hal ini terbukti dari capaian Purworejo pada kejuaraan sebelumnya.
“Di Kejurprov kemarin, atlet Purworejo sudah mampu membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah turut memberikan apresiasi kepada PBSI Purworejo atas konsistensinya dalam pembinaan olahraga bulutangkis.
“Kami mengapresiasi PBSI Purworejo yang setiap tahun mampu menggelar Kejurkab dua kali. Tidak semua kabupaten atau kota bisa melakukan hal ini, dan Purworejo menjadi salah satu yang mampu,” ujarnya.
Menurutnya, kejuaraan seperti Kejurkab sangat penting untuk melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi. Semakin sering kompetisi digelar, maka semakin terasah mental, keterampilan, dan semangat bertanding para atlet.
Abdullah juga mengungkapkan, saat ini cukup banyak atlet bulutangkis asal Purworejo yang telah bergabung dengan klub-klub besar nasional.
“Banyak atlet Purworejo yang sekarang bergabung dengan klub besar seperti PB Djarum, Jaya Raya Jakarta, dan lainnya. Ketika sudah berpindah domisili dan membela klub luar daerah, tentu tidak lagi bisa mengikuti kejuaraan daerah,” jelas Abdullah. (*)
Baca Berita Pantura









