PURWOREJO, epurworejo.com – Di balik sebuah bengkel sederhana di kawasan Jetis, Kecamatan Loano, Purworejo, seorang pemuda berusia 23 tahun tengah menekuni profesi yang kini makin jarang digeluti generasi muda. Muhammad Ivansyah, warga Diponayan Desa Kebongunung Kecamatan Loano menjadi perajin berbagai jenis bilah—mulai dari sabit, bendo, pisau hingga golok sembelih—dengan kualitas yang sudah dikenal pemesan dari luar daerah hingga Sulawesi dan Lampung.
Kecintaan Ivan pada dunia perbengkelan rupanya sudah tumbuh sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat anak-anak lain bermain, Ivan justru senang melihat dan mengasah pisau serta sabit. Rasa penasarannya muncul ketika melihat benda tajam itu tak berubah bentuk meski dibanting.
“Waktu kecil saya selalu mikir, kok dibanting tidak mleyot? Dari situ penasaran dan pengin nyoba bikin,” kata Ivan, Minggu (30/11/2025).
Keinginan itu ia wujudkan saat masuk SMP di MTs Bener. Di sana, ia mulai mencoba membuat bilah sederhana hingga akhirnya berguru kepada bapak angkatnya, Pak Kuat, perajin bilah berpengalaman di Jetis. Sejak SMP, Ivan mengikuti Pak Kuat, belajar dari proses paling dasar hingga menyerap teknik-teknik detail yang membentuk kualitas bilah.
Hingga kini, Ivan bekerja hanya berdua dengan anak Pak Kuat bernama Yuyun Muharom untuk memenuhi pesanan yang semakin banyak. Ada pula seorang penjual khusus yang membantu memasarkan hasil kerajinan mereka ke berbagai wilayah.
Ivan sempat merantau dan bekerja di bidang pengelasan di Surabaya dan Morowali. Pengalaman itu memperkaya keterampilannya. Namun panggilan untuk kembali menekuni dunia bilah membuatnya pulang ke Purworejo pada awal 2023. Sejak itu ia mulai fokus memproduksi berbagai jenis bilah dari bengkel kecilnya.
Media sosial menjadi pintu promosi yang ia manfaatkan. Lewat Facebook dan TikTok, banyak orang mulai mengenal hasil kerajinannya yang rapi, kuat, dan dibuat dengan teknik tradisional.
Adapun harga karyanya cukup bervariasi. Sabit dijual mulai Rp85.000–Rp150.000. Golok sembelih dihargai mulai Rp200.000 hingga Rp5 juta, bergantung ukuran dan bahan. Pisau dapur berada di kisaran Rp70.000–Rp200.000, sementara pisau khusus dibuat sesuai pesanan pelanggan.
Meski belum berkeluarga, Ivan merasa sudah menemukan dunia yang ingin ia tekuni dalam jangka panjang.
“Nggih seneng, soale sudah dari kecil suka bilah. Semoga ke depan bisa tambah berkembang,” ujarnya. (*)








