Pemenang Lomba Krenova dan Inovasi Perangkat Daerah 2025 Terima Penghargaan

Kepala Bapedalitban Purworejo Hery Raharjo menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Kreanova 2025.

PURWOREJO, epurworejo.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo kembali memberi ruang apresiasi bagi para inovator daerah. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), penghargaan diberikan kepada para pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) serta Inovasi Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2025. Penyerahan dilakukan dalam Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Tahun 2025 yang digelar di Aula De Maji Eco Park Kaligesing, Selasa (25/11/2025).

Bupati Purworejo melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda, Ahmad Jainudin SIP MM, bersama Kepala Bapperida Drs Hery Raharjo MSi, langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Total ada 12 penerima penghargaan Krenova—terdiri atas kategori Pelajar dan Umum—serta 9 terbaik Lomba Inovasi Perangkat Daerah dari kategori Non-Kecamatan, Kecamatan, dan Layanan Kesehatan.

Di Kategori Umum, gelar Juara 1 diraih Dwinanto dan tim dari Desa Krandegan, Bayan, lewat inovasi Smart Gerandong, gerobak tenaga surya untuk solusi irigasi yang dinilai efisien dan ramah lingkungan. Juara 2 diraih Nadia Pramesti Putri dengan inovasi Flavenasano, yang mengolah limbah kulit pepaya dan biji kopi sebagai bioinsektisida otomatis. Sementara Juara 3 jatuh kepada Zanuar Didik Bintoro dengan inovasi Infodis, display informasi dinamis untuk masjid, kantor, dan sekolah.

Juara Harapan turut diberikan kepada Eristyawan Prihantoro, Zaidatul Mubarokah dan tim, serta Prima Dwinata dan tim dengan inovasi-inovasi berbasis energi, transformasi limbah, hingga augmented reality.

Kategori Pelajar juga tak kalah kompetitif. Juara 1 diraih Dzaky Al Haidar dan tim dari SMAN 1 Purworejo lewat Suwaya Coat, edible coating dari pati suweg dan ekstrak biji pepaya. Juara 2 diraih inovasi Kudibag karya Rizal Ardian dan tim. Adapun Juara 3 diraih Khumaira Laila Putri dan tim dengan bioplastik lidah buaya sebagai pengganti plastik konvensional. Tiga juara harapan diberikan kepada inovasi pembelajaran digital, kertas berbahan klobot, serta arang aktif dari biji alpukat.

Baca Juga :  Mbak Thifa Lantik Ketua TP PKK 4 Kecamatan

Pada Lomba Inovasi Perangkat Daerah, BKPSDM tampil sebagai Juara 1 kategori Non-Kecamatan dengan inovasi Sapa ASN. Disusul Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) dengan Simaestro sebagai Juara 2, dan DKPP dengan inovasi Karang Pandan 2025 sebagai Juara 3.

Selain menerima plakat, sertifikat, dan uang pembinaan, para juara utama juga akan dikirim untuk mewakili Purworejo di tingkat provinsi pada ajang serupa tahun 2026.

Forum Komunikasi Riset dan Inovasi 2025 berlangsung hangat dengan diskusi bersama narasumber dari berbagai instansi. Hadir pula perwakilan Badan Riset dan Inovasi Jateng, perangkat daerah, akademisi, serta para juri.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo yang dibacakan Ahmad Jainudin menekankan pentingnya riset dan inovasi dalam pembangunan. Menurutnya, meski dampaknya tak selalu terlihat dalam waktu singkat, riset adalah proses yang memberi pengaruh langsung terhadap arah kebijakan dan kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, riset dan inovasi perlu dipandang sebagai bagian dari proses berkelanjutan yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengambilan keputusan untuk mencapai Purworejo Berseri—Berdaya Saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif,” ujarnya.

Pemkab berharap forum ini dapat mengonsolidasikan seluruh sumber daya riset dan inovasi lintas sektor, guna mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.

“Dengan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, riset dan inovasi diharapkan memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya(*)