Pastikan PPDB Berjalan Lancar, Komisi IV DPRD Purworejo Gelar Rapat Kerja dengan Disdikbud

PURWOREJO, epurworejo.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo di Satria Bogowonto, Jumat (5/6/2026). Rapat tersebut membahas tiga agenda utama, yakni sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), persiapan Hari Jadi DPRD, serta realisasi penyerapan anggaran pendidikan hingga Mei 2026.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Ivan Fatchan Gani Wardhana, mengatakan bahwa pembahasan pertama berkaitan dengan pelaksanaan PPDB tahun ajaran baru.

Menurutnya, petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis PPDB tahun ini secara umum masih sama dengan tahun sebelumnya. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), tersedia tiga jalur penerimaan, yakni jalur domisili (zonasi), jalur prestasi, dan jalur afirmasi. Sementara untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat tambahan jalur mutasi.

“Untuk jalur domisili atau zonasi, kuotanya sebesar 45 persen. Selain itu ada jalur prestasi dan afirmasi. Sedangkan untuk SMP ditambah dengan jalur mutasi,” ujarnya.

Selain membahas PPDB, Komisi IV juga menyoroti persiapan peringatan Hari Jadi DPRD Kabupaten Purworejo yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 Oktober 2026.

Ivan menjelaskan, rangkaian kegiatan akan diawali dengan mujahadah pada Jumat, dilanjutkan acara ruwatan dan pentas wayang kulit pada Sabtu. Kemudian pada Minggu akan digelar jalan sehat dan ditutup dengan pentas musik pada malam harinya.

“Terkait Hari Jadi DPRD, dinas sudah memaparkan rangkaian kegiatannya. Dimulai dari mujahadah, kemudian ruwatan, wayang kulit, jalan sehat, hingga pentas live music,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Harga Komoditas Strategis Stabil

Sementara itu, pembahasan ketiga menyangkut realisasi penyerapan anggaran pendidikan, khususnya yang bersumber dari aspirasi masyarakat dan pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD.

Menurut Ivan, pihaknya menerima banyak masukan dari para guru, terutama tingkat SMP, yang mempertanyakan belum terlaksananya sejumlah program pengadaan menjelang pelaksanaan PPDB.

“Guru-guru mempertanyakan mengapa sampai menjelang penerimaan siswa baru, pengadaan melalui jalur aspirasi maupun pokir belum dilaksanakan,” ungkapnya.

Namun demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa berbagai program pengadaan akan mulai direalisasikan pada Juli 2026. Program tersebut meliputi rehabilitasi bangunan sekolah, pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta pengadaan mebel atau perabot sekolah.

Ivan menyebut kepastian tersebut menjadi kabar baik bagi sekolah-sekolah yang telah mengajukan usulan bantuan.

“Dinas Pendidikan memberikan tenggat waktu bahwa pengadaan, baik rehab, TIK maupun mebeler, mulai dilaksanakan bulan Juli. Ini menjadi secercah harapan bagi para guru,” katanya.

Ia menambahkan, usulan bantuan yang masuk dari sekolah-sekolah cukup banyak, mencapai sekitar 72 usulan. Seluruh usulan tersebut direncanakan dapat mulai direalisasikan pada Juli mendatang.

Terkait potensi persoalan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini, Ivan menyebut hingga saat ini belum ada isu yang menonjol karena proses penerimaan siswa baru belum dimulai.

“Sampai hari ini belum ada sorotan khusus karena proses PPDB belum dimulai. Mungkin nanti isu yang muncul berkaitan dengan zonasi dan Kartu Keluarga,” pungkasnya. (*)