Kenduri Suran di Pepunden Eyang Jati Kusumo, Warga Semono Jaga Warisan Leluhur

Warga Semono Bagelen mengikuti Suran di punden Jatikusumo di desa setempat.

BAGELEN, epurworejo.com – Ratusan warga Desa Semono, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, kembali menggelar tradisi Kenduri Suran di Pepunden Eyang Jati Kusumo, Jumat (12/6/2026). Tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu menjadi wujud syukur sekaligus ikhtiar masyarakat dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal warisan leluhur.

Pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan perhitungan para sesepuh adat, pada penanggalan Jawa tahun ini Bulan Suro tidak memiliki hari Jumat Kliwon, sehingga tradisi kenduri dilaksanakan lebih awal, tepatnya pada penghujung Bulan Besar.

Sejak pagi hari, warga dari Dusun Krajan dan Dusun Sijo bergotong royong mempersiapkan acara. Mereka menyembelih empat ekor kambing yang pembeliannya berasal dari iuran masyarakat kedua dusun tersebut.

“Dari proses penyembelihan, merawat sampai memasak itu dilakukan oleh kaum laki-laki,” kata Kepala Desa Semono, Marsono.

Setelah matang, daging dibagikan kepada warga yang mengikuti kenduri dan ditempatkan dalam wadah dari daun pisang yang disebut takir.

Usai salat Jumat, masyarakat baik lelaki dan perempuan berbondong-bondong menuju kompleks makam leluhur atau Pepunden Eyang Jati Kusumo dengan membawa berbagai hidangan dalam wadah atau besek. Nasi suci (nasi gurih) lauk-pauk, daging kambing dan ingkung rapi untuk kemudian didoakan bersama dalam prosesi kenduri.

Baca Juga :  130 Riders Ramaikan Touring Patriot, Jelajahi Perbukitan Menoreh Purworejo

Tidak hanya warga Semono, sejumlah masyarakat dari luar desa juga turut hadir. Mereka membawa nasi rasul dan ingkung atau yang dikenal dengan istilah rosulan sebagai bentuk nazar dan ungkapan syukur.

Tradisi tersebut berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap karomah Eyang Jati Kusumo yang diyakini menjadi perantara terkabulnya berbagai harapan dan hajat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Suasana semakin istimewa dengan kehadiran Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi. Turut hadir Camat Bagelen beserta Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dion Agasi Setiabudi mendoakan agar masyarakat Desa Semono senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai marabahaya, serta memperoleh rezeki yang luas dan penuh keberkahan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Semono yang terus menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat serta Pemerintah Desa Semono yang masih mempertahankan dan melestarikan budaya serta nilai-nilai luhur warisan para leluhur. Tradisi seperti ini perlu terus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.

Tradisi Kenduri Suran kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Modin Desa Semono. (*)