Festival Layang-Layang Nasional Putar Ekonomi Miliaran Rupiah, Diikuti 31 Tim dari Dalam dan Luar Negeri

PURWOREJO, epurworejo.com – Festival Layang-Layang Tingkat Nasional Tahun 2026 di Pantai Ketawang Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, tidak hanya menjadi ajang wisata dan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, memperkirakan perputaran uang selama penyelenggaraan festival mencapai miliaran rupiah.

Hal itu disampaikan Dion saat membuka Festival Layang-Layang Tingkat Nasional 2026 di Pantai Ketawang, Minggu (5/7/2026). Festival yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Juli 2026, tersebut diikuti 31 tim dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara.

Menurut Dion, festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10 ini terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun, baik dari sisi pelaksanaan maupun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“Sekarang cara berpikir kita bukan lagi sekadar menghitung Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi bagaimana menghitung multiplier effect atau efek pengganda dari perputaran uang yang terjadi di masyarakat. Melalui event ini, perputaran uang diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Ia mengatakan manfaat ekonomi festival dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga masyarakat Desa Ketawangrejo yang memperoleh tambahan pendapatan dari meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Teman-teman UMKM, Pokdarwis, dan masyarakat Desa Ketawang merasakan keberkahan dan rezeki dari kegiatan ini. Itulah yang ingin terus kita dorong agar pedagang mikro dan pedagang kecil memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, menjelaskan festival tersebut merupakan program Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinporapar untuk mempromosikan potensi wisata Pantai Selatan sekaligus melestarikan seni dan budaya layang-layang.

Baca Juga :  IGTKI Diajak Nguri-Uri Wisata dan Budaya Lokal

“Festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan layang-layang, tetapi juga sebagai upaya melestarikan kebudayaan, kreativitas, seni pembuatan, dan penerbangan layang-layang. Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat, serta memperkuat branding Purworejo sebagai destinasi wisata yang inovatif dan bersahabat,” ujar Bangun.

Bangun mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Sebanyak 31 tim ambil bagian, terdiri atas 27 tim domestik dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, serta empat tim internasional dari Malaysia, Singapura, Jepang, dan Prancis.

Menurutnya, antusiasme masyarakat juga sangat tinggi. Sejak hari pertama pelaksanaan, jumlah pengunjung terus meningkat hingga memadati kawasan Pantai Ketawang.

“Kami melihat kunjungan wisatawan hari ini luar biasa. Harapannya pelaksanaan tetap berlangsung tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan,” katanya.

Festival menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni layang-layang tradisional, layang-layang dua dimensi, layang-layang tiga dimensi, serta layang-layang train naga yang menjadi atraksi paling dinantikan pengunjung. Selain itu, ditampilkan pula atraksi eksibisi layang-layang kantong dan sport kite.

Tak hanya menyuguhkan perlombaan, festival juga diramaikan tari kolosal Cingpoling yang dibawakan para pelajar, workshop pembuatan layang-layang bagi siswa sekolah dasar, pameran produk Kelompok Wanita Tani dan pertanian organik hasil kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta stan UMKM Kecamatan Grabag yang memasarkan berbagai produk unggulan lokal. (*)