Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1 Post ADS 1

Pemkab Akan Kumpulkan Yayasan Pengelola Dapur SPPG

PURWOREJO, epurworejo.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari hasil pemantauan di lapangan, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi menemukan adanya kendala komunikasi antara pihak yayasan pengelola dengan dapur SPPG.

Kondisi tersebut terutama terjadi pada yayasan yang berdomisili di luar Kabupaten Purworejo sehingga koordinasi dengan pengelola dapur di daerah kerap mengalami hambatan.

“Komunikasi antara yayasan dengan kepala dapur, ahli gizi, maupun tenaga akuntan terkadang terkendala jarak. Karena itu kami meminta kepala dapur atau SPPI untuk berani mengambil sikap tegas apabila standar quality control tidak terpenuhi,” kata Dion, Rabu (11/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kepala dapur memiliki tanggung jawab penuh terhadap operasional SPPG. Karena itu, kepala dapur harus berani menolak apabila ada kebijakan dari yayasan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan gizi.

Menurutnya, ketegasan tersebut penting agar pelaksanaan program pemenuhan gizi tetap berjalan sesuai standar dan tidak menimbulkan risiko bagi penerima manfaat.

Baca Juga :  Bupati Ajak Hormati Hasil Rekapitulasi

Untuk memperbaiki sistem pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana mengundang seluruh yayasan pengelola SPPG dalam sebuah pertemuan yang akan digelar setelah perayaan Idulfitri mendatang.

Pertemuan tersebut tidak hanya membahas standar layanan gizi dan keamanan pangan, tetapi juga memastikan dampak ekonomi dari program tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan perputaran uang dari program ini juga dirasakan oleh masyarakat Purworejo. Petani, UMKM, supplier, dan masyarakat sekitar dapur harus bisa ikut merasakan manfaatnya,” ungkap Dion.

Ia menambahkan pemerintah daerah terbuka bagi seluruh yayasan dan pengelola dapur untuk terus berkoordinasi agar pelaksanaan program makan bergizi dapat berjalan optimal sesuai tujuan pemerintah.

“Program ini merupakan gagasan Presiden untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Karena itu kita harus memastikan pelaksanaannya benar-benar aman, transparan, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” jelas Dion Agasi. (*)

Baca Berita Pantura

Loading RSS Feed
Loading RSS Feed