Peraih Medali Porprov XVII Akan Peroleh Insentif Selama 4 Tahun

PURWOREJO, epurworeo.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Purworejo memberikan pembekalan kepada atlet, pelatih, dan official yang akan memperkuat kontingen Kabupaten Purworejo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII Semarang Raya 2026.

Kegiatan bertema “Atlet Hebat, Mental Kuat, Prestasi Meningkat” tersebut digelar di Pendapa Kabupaten Purworejo, Minggu (20/9). Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Ketua KONI Purworejo Muhamad Abdullah, Sekda Purworejo Suranto, Dandim 0708/Purworejo, sejumlah anggota DPRD Purworejo, serta jajaran pengurus KONI dan cabang olahraga.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI Purworejo Muhamad Abdullah mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan dukungan berupa insentif kepada atlet dan official selama enam bulan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov.

Besaran dukungan tersebut berkisar Rp600.000 hingga Rp900.000 per orang setiap bulan. Nominalnya disesuaikan dengan prestasi yang pernah ditorehkan masing-masing atlet atau cabang olahraga.

“Mulai dari Rp600.000 yang paling kecil sampai yang paling besar Rp900.000 per bulan selama enam bulan,” kata Muhamad Abdullah di hadapan para atlet dan official.

Menurutnya, atlet yang belum pernah meraih medali mendapatkan dukungan Rp600.000 per bulan. Sementara atlet dari cabang olahraga yang pernah meraih medali emas mendapatkan dukungan hingga Rp900.000 per bulan.

Dukungan tersebut, lanjut dia, diberikan untuk membantu kebutuhan transportasi dan menunjang intensitas latihan para atlet menjelang kompetisi.

KONI Purworejo juga tengah menyiapkan kebijakan insentif berkelanjutan bagi atlet yang mampu menyumbangkan medali dalam Porprov 2026. Mulai 2027, atlet Purworejo yang berhasil meraih medali emas, perak maupun perunggu direncanakan mendapatkan insentif bulanan selama empat tahun.

“Siapapun atlet dari cabang olahraga apapun yang memperoleh medali, emas, perak maupun perunggu, akan kita berikan insentif bulanan selama empat tahun. Nilainya tentu berbeda antara emas, perak dan perunggu,” ujarnya.

Namun, Abdullah menyebut besaran insentif tersebut masih dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Purworejo. Penentuan nominal akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, mengingat sumber pembiayaan berasal dari APBD melalui hibah kepada KONI.

Kebijakan itu diharapkan mampu menjaga atlet potensial agar tetap membela Kabupaten Purworejo. Selama ini, menurut Abdullah, terdapat atlet Purworejo yang memilih pindah dan membela daerah lain karena mempertimbangkan dukungan dan penghargaan yang lebih menjanjikan.

“Kita berharap atlet-atlet kita yang potensial tidak tergiur untuk pindah ke daerah lain. Sekaligus memotivasi atlet agar menciptakan prestasi terbaik karena ada perhatian dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Siapkan 186 Atlet dan Official

Untuk Porprov Jateng XVII Semarang Raya 2026, KONI Purworejo menyiapkan sebanyak 186 orang yang terdiri atas atlet dan official. Dari jumlah tersebut, sekitar 140 orang merupakan atlet.

Mereka akan berlaga di sejumlah lokasi pertandingan yang tersebar di wilayah Semarang Raya dan daerah lainnya, termasuk Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, Salatiga, Kendal, hingga Blora sebagai lokasi terjauh.

Kontingen tersebut nantinya juga akan didampingi sekitar 50 orang panitia atau pengurus kontingen.

Abdullah mengatakan, pemetaan target medali masih terus dilakukan. KONI tidak ingin menetapkan target secara terburu-buru karena masih menunggu seluruh rangkaian tryout atlet selesai.

Baca Juga :  Jelang Penilaian KKS, Purworejo Optimis Raih Penghargaan Swasti Saba

“Banyak beberapa cabor yang baru satu kali tryout, padahal kita fasilitasi untuk melakukan dua kali tryout. Setelah semua tryout selesai, baru kita punya gambaran yang lebih valid berapa medali yang kita targetkan,” katanya.

Evaluasi terhadap kesiapan atlet juga terus dilakukan. Pada Minggu pagi sebelum pembekalan, seluruh atlet mengikuti tes fisik untuk mengetahui perkembangan kondisi mereka.

Hasil tes tersebut akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam masa persiapan sekitar satu bulan terakhir sebelum Porprov dimulai.

“Kalau ada yang memang tidak siap bertanding, lebih baik tidak berangkat. Tetapi kita tidak berharap itu. Harapannya semua bisa ikut bertanding dan punya semangat serta spirit yang sama,” ujarnya.

Abdullah juga mengingatkan seluruh atlet agar tidak melakukan perpindahan domisili hingga pelaksanaan Porprov selesai. Hal itu berkaitan dengan proses verifikasi administrasi dan keabsahan atlet.

Meski entry by name dan entry by number telah dilakukan, pemeriksaan identitas atlet akan kembali dilakukan menjelang pertandingan. Atlet yang diketahui telah pindah domisili dari Kabupaten Purworejo berpotensi tidak dapat tampil.

Wabup: Bawa Nama Kabupaten Purworejo

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi yang juga dipercaya memimpin kontingen Porprov Kabupaten Purworejo meminta para atlet tidak hanya bertanding atas nama cabang olahraga masing-masing.

Menurutnya, seluruh atlet harus memiliki kesadaran bahwa mereka membawa nama Kabupaten Purworejo.

“Teman-teman bertanding tidak hanya membawa nama pribadi, tidak hanya membawa nama cabornya masing-masing, tetapi membawa prestasi untuk Kabupaten Purworejo,” tegas Dion.

Dion mengapresiasi kerja keras atlet yang telah menjalani latihan jauh sebelum pelaksanaan Porprov. Ia menyebut perjuangan para atlet dalam menjalani latihan secara disiplin sudah menjadi bentuk kemenangan tersendiri.

Ia juga meminta atlet tidak minder ketika menghadapi kontingen yang memiliki atlet dengan nama besar.

“Jangan minder dengan nama-nama besar. Mereka yang berangkat mungkin membawa nama besar, tetapi kalian yang berangkat dari Kabupaten Purworejo membawa nama Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini,” ujarnya.

Dion menegaskan, persoalan menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan. Hal terpenting adalah setiap atlet mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga tidak menyisakan penyesalan setelah kompetisi berakhir.

“Kalau kalah dan sudah melakukan yang terbaik, saya kira tidak akan menyesal. Tetapi jangan sampai kita menyesal karena kurang disiplin, minder, atau belum mengeluarkan kemampuan terbaik,” katanya.

Porprov Jateng XVII Semarang Raya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026. Kontingen Purworejo diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekaligus membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi di Jawa Tengah.

Abdullah pun menekankan pentingnya mental juara bagi seluruh kontingen.

“Boleh kita kalah fasilitas, tapi kita tidak boleh kalah semangat. Karena Purworejo adalah harga diri kita semua. Boleh kita di beberapa hal tertinggal, tapi mental juara tidak pernah dan tidak boleh kita tinggalkan,” tegasnya. (*)