PURWOREJO, epurworejo.com – Ramainya aktivitas di Gedung Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo ternyata tidak hanya membawa manfaat bagi dunia literasi. Di balik meningkatnya kunjungan masyarakat dan pelajar ke perpustakaan, ada pula berkah yang dirasakan oleh pelaku usaha kecil, salah satunya para pengemudi angkutan kota (angkot).
Doni, seorang sopir angkot di Purworejo, menjadi salah satu yang merasakan langsung dampak positif keberadaan gedung perpustakaan yang baru dan lebih representatif. Menurutnya, semakin banyaknya kegiatan yang digelar di perpustakaan membuka peluang tambahan pendapatan bagi dirinya dan rekan-rekan sesama sopir.
Saat ditemui di sela mengantar rombongan siswa MIN 3 Purworejo yang berkunjung ke perpustakaan, Doni bercerita bahwa kini angkotnya lebih sering mendapatkan order untuk mengantar peserta kegiatan literasi maupun kunjungan edukatif.
“Sejak perpustakaan memiliki gedung yang bagus dan semakin banyak kegiatan, ada tambahan penghasilan bagi kami. Kadang angkot saya disewa untuk mengantar rombongan pelajar atau kegiatan yang berkaitan dengan perpustakaan. Tentu ini sangat membantu ekonomi keluarga,” kata Doni, Kamis (11/6/2026).
Bagi Doni, gedung perpustakaan yang nyaman dan modern telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap perpustakaan. Jika dulu identik dengan tempat yang sepi, kini perpustakaan menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi berbagai kalangan.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan masyarakat secara tidak langsung ikut menggerakkan sektor transportasi lokal. Mobilitas pelajar, guru, komunitas, hingga peserta kegiatan literasi menciptakan peluang ekonomi yang sebelumnya tidak banyak dirasakan.
“Saya berharap perpustakaan semakin maju dan semakin banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain menambah pengetahuan, dampaknya juga bisa dirasakan oleh pelaku usaha kecil seperti kami para sopir angkot,” tambahnya.
Kehadiran gedung perpustakaan yang representatif pun kini tidak hanya menjadi pusat belajar dan sumber informasi bagi masyarakat. Lebih dari itu, perpustakaan mulai menunjukkan perannya sebagai ruang publik yang mampu menggerakkan aktivitas sosial sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga di sekitarnya.
Bagi Doni, setiap rombongan pelajar yang datang ke perpustakaan bukan hanya membawa semangat belajar, tetapi juga harapan bagi para sopir angkot. Kondisi ini sejalan dengan program Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo yang terus mengajak masyarakat memanfaatkan angkutan umum sebagai sarana transportasi sehari-hari. Semakin banyak warga yang menggunakan angkot, semakin besar pula peluang transportasi umum tetap bertahan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purworejo di tengah pesatnya perkembangan zaman.(*)








