BAGELEN, epurworejo.com – Seni budaya didorong menjadi magnet baru yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gelar Seni Purworejo bertema “Dari Panggung Budaya Menuju Destinasi Wisata” yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi dengan pemukulan jidur oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum SSos MSi. Hadir dalam kesempatan tersebut Tim Ahli Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Heri Pudyatmoko, Robert, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo Neira Anjar Puji Susilo SKom MEng, Sekretaris Desa Kemanukan, pelaku seni, serta ratusan masyarakat.
Linda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gelar Seni Purworejo. Menurutnya, kolaborasi antara DPRD Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Purworejo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan para pelaku seni menjadi kunci sukses penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Harapannya kegiatan ini menjadi agenda rutin yang terus berkembang sebagai wadah para pelaku seni budaya untuk berkreasi, berinovasi, dan berkarya,” ujar Linda.
Ia menambahkan, seni budaya merupakan bagian penting dalam pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Karena itu, kegiatan seperti Gelar Seni Purworejo diharapkan mampu memperkuat promosi potensi budaya daerah sekaligus mendorong semakin banyak destinasi wisata berbasis budaya di Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, Neira Anjar Puji Susilo, mengatakan sebuah destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam atau panorama. Menurutnya, wisatawan saat ini lebih menyukai pengalaman dan aktivitas yang dapat mereka ikuti secara langsung.
“Kalau di pantai orang datang melihat laut, nanti di Kemanukan orang datang melihat kesenian dan kebudayaannya,” kata Neira.
Neira menjelaskan wisatawan akan memperoleh pengalaman yang lebih berkesan apabila diajak ikut membatik, mencoba memainkan gamelan, atau berjoget bersama masyarakat. Aktivitas tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri yang membuat wisatawan ingin kembali berkunjung sekaligus mempromosikan destinasi melalui media sosial.
“Kegiatan seperti ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat karena pengunjung pasti akan berbelanja,” tambahnya.
Sekretaris Desa Kemanukan, Yusuf Setiabudi menyampaikan dalamgelar seni itu tercatat ada 9 grup kesenian. Yakni Incling Sari Widodo (Kemanukan), Kuda Lumping Gagak Hidayat (Semagung), Kuda Lumping Krida Budaya (Soko), Kuda lumping Sokoagung, Kuda Lumping Atmojo Margono (Bagelen), Tari Gambong (Kemanukan), Bendrong dari Desa Kemanukan dan Jatilan Kemanukan serta tampilan Dolalak dari Purwodadi.
“Kegiatan diadakan selama satu hari penuh,” kata Yusuf. (*)








